TAPTENG, METRODAILY- Kementerian UMKM melalui Deputi Bidang Usaha Menengah menyiapkan program pemulihan dan penguatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng).
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan program tersebut akan dioptimalkan melalui Klinik UMKM Bangkit 1 di Tapteng yang melayani 11 kabupaten/kota.
“Klinik UMKM Bangkit berfokus pada pembinaan pengusaha kecil dan menengah yang masih memiliki usaha untuk dipulihkan dan diberikan pendampingan,” kata Bagus, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, program tersebut mencakup layanan produksi, pembiayaan, pemasaran serta pendataan pelaku UMKM untuk pemberian Bantuan Presiden (Banpres) dan program lainnya.
Selain itu, dilakukan upaya melalui landing page untuk membantu pelaku usaha mikro melakukan onboarding ke e-commerce. Sementara pelaku usaha menengah akan didampingi untuk memitrakan produk UMKM dengan ritel modern, pusat oleh-oleh dan perhotelan di Sumatera Utara, khususnya Tapteng dan 11 kabupaten/kota lainnya.
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansah, mengatakan dari sisi permodalan, pelaku UMKM dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan dari sejumlah perbankan, di antaranya Bank Sumut, Bank Mandiri, BNI, BRI dan BSI.
“Untuk KUR, karena Tapteng, Sumatera Utara, Aceh dan Padang terdampak bencana, pemerintah memberikan kemudahan bunga 0 persen hingga tahun 2026, 3 persen pada tahun 2027, dan kembali normal 6 persen pada tahun 2028,” ujarnya.
Selain relaksasi pembayaran cicilan, pemerintah juga menyiapkan Banpres sebesar Rp3 juta per orang bagi UMKM terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Data penerima saat ini masih dalam proses validasi.
Bagus menambahkan, pemerintah juga memberikan kemudahan akses pinjaman bagi pelaku UMKM. Berdasarkan ketentuan yang disampaikan, pinjaman hingga Rp100 juta dapat diberikan tanpa agunan, sedangkan pinjaman Rp100 juta hingga Rp500 juta menggunakan agunan.
Ia mengimbau pelaku UMKM untuk segera melakukan pendataan, termasuk memanfaatkan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang tetap dibuka hingga hari libur.
“Pendataan dilakukan melalui Sapa UMKM, kemudian data dari dinas di seluruh provinsi akan dikurasi. Di Sumatera Utara ada sekitar 488.000 UMKM yang akan mendapatkan perhatian tahun ini dan tahun depan,” katanya.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, mengapresiasi kedatangan Kementerian UMKM dalam mengoptimalkan Klinik UMKM Bangkit 1 di Tapteng.
“Semoga nantinya para UMKM yang ada di Tapanuli Tengah datanya bisa tercover semua. Sehingga UMKM yang kecil dapat didorong menjadi UMKM menengah. Bagi masyarakat yang belum mendaftar, silakan daftarkan sejak sekarang,” ujar Mahmud. (net)
Editor : Leo Sihotang