KMMK Luncurkan Sekolah Konservasi Menjaga Alam Tapanuli

SAMMAN • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:15 WIB
Pimpinan KMMK Connection memaparkan tujuan SKALA bagi pemuda dan mahasiswa di Kota Padangsidimpuan, Jumat (9/10/2026). (Ist)
Pimpinan KMMK Connection memaparkan tujuan SKALA bagi pemuda dan mahasiswa di Kota Padangsidimpuan, Jumat (9/10/2026). (Ist)

SIDIMPUAN, METRODAILY- Komunitas Muda Mandiri dan Kreatif (KMMK) Connection meluncurkan sekolah konservasi alam (SKALA) bagi muda-mudi di wilayah Tapanuli Raya, Jumat (9/10/2026) di Kota Padangsidimpuan.

Dalam stadium general perdana, Dr Rondang Sumurung Edonita Siregar PhD, ahli mikrobiologi Institut Pertanian Bogor yang langsung memberikan materi terhadap 10 pemuda yang menjadi siswa angkatan pertama pendidikan konservasi ini.

Dr Rondang menekankan, agar pemuda asal Tapanuli Selatan dan sekitarnya berperan lebih masif dalam upaya konservasi Ekosistem Batang Toru, termasuk keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya, terutama Orangutan Tapanuli yang saat ini kondisi kritis dan terancam punah.

Menurut Abdi Paruntungan Hasibuan, Ketua Yayasan KMMK Connection, SKALA angkatan pertama ini baru diikuti 10 pemuda yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan.

10 pemuda siswa SKALA ini akan mendapat pembinaan selama 4 bulan dengan materi konservasi dan keanekaragaman hayati di Ekosistem Batang Toru dan wilayah konservasi lainnya yang ada di Tapanuli Raya.

"SKALA di rancang untuk mencetak Kelompok Muda yang Mandiri dan Kreatif. Kita tidak ingin pemuda hanya jadi penonton rusaknya Harangan Batang Toru. Kita ingin mereka hidup sejahtera justru karena menjaga hutan. 10 anak muda inilah yang akan menjadi pelopornya," ujar Abdi.

Menurut Abdi, kurikulum SKALA dirancang secara seimbang, dengan 60 persen materi fokus pada keanekaragaman hayati dan pengelolaan lingkungan serta 40 persen sisanya fokus kewirausahaan, kepemimpinan, dan teknologi. 

"Dengan begitu peserta tidak hanya paham cara menjaga hutan, tetapi juga mampu menciptakan usaha hijau dan memimpin komunitas," ungkap Abdi.

Susunan pengelola SKALA di antaranya Abdi Paruntungan sebagai Ketua Yayasan, Musthopa sebagai Kepala Sekolah, dan Erwinsyah Putra Nasution sebagai Wali Kelas.

Acara peluncuran dan stadium general ini ditutup dengan penyematan tanda peserta kepada 10 peserta SKALA sebagai simbol dimulainya pendidikan Konservasi Alam di Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan. (SAN)

Editor : SAMMAN
KMMK orangutan tapanuli Ekosistem Batangtoru