TAPTENG, METRODAILY – Sebanyak 520 siswa SMK Negeri 1 Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, masih belajar di ruang darurat dan tenda, hampir setahun setelah sekolah mereka rusak berat diterjang banjir pada 25 November 2025.
Kondisi itu terjadi karena sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan berat. Bahkan, ada ruangan yang hilang akibat terjangan banjir saat bencana melanda Tapteng.
Kepala SMK Negeri 1 Badiri, Kardi Simanjuntak, mengatakan proses belajar mengajar hingga kini terpaksa dilakukan dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Gita Sinaga Mundur dari Sinetron, Akui Alami Kelelahan Batin
“Sejak bencana November 2025 lalu, sekolah kami hancur diterjang banjir. Banyak bangunan dan ruangan sekolah yang rusak berat, bahkan ada ruangan yang hilang,” ujar Kardi, Senin (5/10/2026).
Menurut Kardi, 520 siswa saat ini mengikuti pembelajaran menggunakan 12 ruang darurat serta tenda bantuan yang didirikan pemerintah.
Kondisi tersebut, kata dia, jauh dari ideal. Namun, pihak sekolah bersama para guru tetap berupaya menjaga kegiatan belajar mengajar agar siswa tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan.
Baca Juga: Italia Tekuk Turki 3-1, Gli Azzurri Buntuti Prancis
“Kami tetap berusaha agar anak-anak bisa belajar seperti biasa meskipun kondisinya masih darurat,” katanya.
Gedung Baru Segera Dibangun
Kardi menyebut pembangunan kembali gedung SMKN 1 Badiri direncanakan segera dimulai. Lokasi pembangunan berada di lahan milik Kementerian Pertanian yang dinilai lebih aman dari lokasi sekolah sebelumnya.
“Informasinya, kemungkinan dalam minggu ini sudah mulai dibangun kembali gedung baru di lahan yang aman milik Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan berjalan lancar sehingga para siswa dapat segera meninggalkan ruang belajar darurat.
Baca Juga: Nelayan Hilang di Danau Toba, Dayung dan Sandal Ditemukan
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat anak-anak sudah bisa kembali bersekolah di ruangan yang baru dan lebih layak,” tuturnya. (net)
Editor : Editor Satu