SIBOLGA, METRODAILY – Pemerintah Kota Sibolga mengerahkan alat berat yang dibeli secara mandiri menggunakan dana pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) untuk mempercepat normalisasi sungai. Salah satunya di Sungai Aek Sihopo-hopo, Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan.
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing meninjau langsung pengerukan sungai di sekitar kawasan Rusunawa tersebut, Kamis (1/10/2026) siang.
Normalisasi dilakukan untuk mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi pasir yang terbawa dari wilayah hulu. Jika dibiarkan, sedimentasi dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir saat hujan deras.
Baca Juga: Diserang Netizen Malaysia, Jennifer Coppen Minta Anaknya Tak Dibawa-bawa
Untuk mempercepat pengerjaan, Pemko Sibolga mengerahkan dua unit ekskavator dan satu unit wheel loader. Ketiga alat tersebut merupakan bagian dari pengadaan alat berat secara mandiri melalui APBD dengan memanfaatkan dana pengembalian TKD.
Syukri mengatakan pengadaan alat berat diputuskan bersama DPRD sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama banjir kiriman dari wilayah hulu.
“Kota Sibolga merupakan wilayah hilir yang rentan terhadap banjir kiriman akibat tingginya debit air maupun sedimentasi yang terbawa dari daerah hulu. Karena itu, kami mengambil kebijakan bersama DPRD untuk mengalokasikan anggaran TKD pada pengadaan alat berat secara mandiri,” ujar Syukri.
Baca Juga: Mutia Ayu Geser Fokus, Serius Bangun Bisnis Makeup
Menurutnya, kepemilikan alat berat sendiri dinilai lebih cepat dan efisien untuk penanganan jangka panjang dibandingkan harus menyewa setiap kali terjadi pendangkalan atau kondisi darurat.
Selain ekskavator dan wheel loader, anggaran TKD juga dialokasikan untuk pengadaan armada dump truck guna mengangkut material sedimentasi serta mobil tangki air bersih untuk mendukung distribusi air ketika terjadi kondisi darurat bencana.
Normalisasi Sejumlah Sungai
Syukri mengatakan Pemko Sibolga tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat. Sambil menunggu penanganan dari Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah tetap melakukan normalisasi di sejumlah sungai yang rawan mengalami pendangkalan.
Baca Juga: Dulu Cuma Saat Keluar Rumah, Yuki Kato Kini Rajin Pakai Sunscreen
“Sambil menunggu proses konstruksi dari Kementerian PU, Pemko Sibolga tetap melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan. Kita rutin melakukan normalisasi di sejumlah titik sungai yang rawan pendangkalan, seperti Aek Sihopo-hopo, Aek Doras, Aek Bayan, hingga Aek Korsik,” katanya.
Untuk penanganan banjir secara lebih menyeluruh, Kementerian Pekerjaan Umum juga tengah mempersiapkan pembangunan tanggul dan sabodam di Sungai Aek Doras. Kontraktor disebut telah melakukan mobilisasi alat di kawasan Pantai Ujung Sibolga.
Pemko Sibolga juga menginstruksikan Dinas PUPR melakukan normalisasi parit dan drainase. Penertiban bangunan yang berdiri di atas saluran drainase juga diminta dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air.
Baca Juga: PDU Baru TNI Debut di HUT ke-81, Panglima Ungkap Inspirasi Beskap
Masyarakat diimbau tidak membuang sampah ke parit maupun saluran air.
Dapat Bantuan Armada dari Kementerian
Dalam kesempatan tersebut, Syukri mengapresiasi dukungan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah menghibahkan sejumlah peralatan untuk memperkuat pengelolaan sampah di Kota Sibolga.
Bantuan tersebut terdiri dari lima unit dump truck, satu unit armroll, mesin pencacah sampah, serta sembilan unit becak motor (betor).
Sementara untuk persoalan banjir musiman di Kelurahan Aek Muara Pinang, Pemko Sibolga bersama DPRD terus berkoordinasi dengan Pemkab Tapanuli Tengah terkait penyerahan aset wilayah Kelurahan Pasir Bidang sesuai Permendagri Nomor 138.
Baca Juga: Undercover Buy Berujung Penangkapan, 20 Butir Ekstasi Diamankan di Siantar
Penyerahan tersebut diharapkan dapat membuka solusi permanen bagi alur pembuangan air dari kawasan Aek Muara Pinang menuju laut.
Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori yang turut hadir dalam peninjauan mengapresiasi kebijakan Pemko memperkuat kesiapsiagaan bencana.
“DPRD senantiasa mendukung alokasi anggaran yang diajukan Pemko karena penggunaannya diarahkan pada kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat,” ujar Jamil.
Di lokasi pengerukan, Syukri bahkan mencoba langsung mengoperasikan salah satu alat berat yang baru dibeli menggunakan anggaran TKD. Ia ingin memastikan alat tersebut berfungsi dan siap digunakan untuk penanganan di lapangan. (ts)
Editor : Editor Satu