SIMALUNGUN, METRODAILY — Stasiun Bandar Tinggi di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, kini bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang.
Stasiun yang beroperasi sejak 1915 itu menjadi titik awal percabangan jalur kereta api (KA) menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.
Stasiun kelas III yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara tersebut mulai bertransformasi sejak 2018, seiring pembangunan jalur kereta api untuk mendukung angkutan logistik menuju Kuala Tanjung.
Baca Juga: Diduga Curi Kabel Listrik, Pria di Siantar Tersengat dan Luka Bakar
Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan, posisi Bandar Tinggi strategis karena berada di lintas utama Medan–Tebing Tinggi–Kisaran sekaligus menjadi titik percabangan menuju Kuala Tanjung.
"Stasiun Bandar Tinggi memiliki peran tersendiri karena berada di lintas utama Medan–Tebing Tinggi–Kisaran sekaligus menjadi titik percabangan menuju Kuala Tanjung," ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10).
Jalur percabangan sepanjang 21,5 kilometer spoor (kmsp) tersebut memperluas fungsi Stasiun Bandar Tinggi. Selain melayani perjalanan masyarakat, stasiun itu kini menjadi bagian dari rantai logistik angkutan barang.
Baca Juga: Kapolda Sumut Diganti, Dua Kasat Polres Siantar Ikut Berputar
Jalur tersebut terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei hingga Pelabuhan Kuala Tanjung. Konektivitas berbasis rel ini membuka alternatif distribusi produk industri dari pusat produksi menuju kawasan industri, simpul logistik, hingga pelabuhan.
Delapan Bulan Layani 31 Ribu Penumpang
Di sisi pelayanan penumpang, Stasiun Bandar Tinggi tetap melayani perjalanan KA Putri Deli dan KA Datuk Blambangan.
Masyarakat dari wilayah Simalungun maupun Batubara menggunakan stasiun tersebut untuk mobilitas sehari-hari. Jumlah pengguna jasa juga menunjukkan pertumbuhan.
Baca Juga: SMPN 6 Siantar Terbakar, Api Melalap Plafon dan Kursi Kayu di Gudang
Sepanjang Januari–Agustus 2026, Stasiun Bandar Tinggi melayani 31.003 pelanggan, terdiri dari 15.531 penumpang naik dan 15.472 penumpang turun.
Angka tersebut meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 26.628 pelanggan.
Pertumbuhan itu menunjukkan posisi Stasiun Bandar Tinggi semakin penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya.
Anwar mengatakan KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api, baik untuk kebutuhan penumpang maupun mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Karyawan Bolak-balik Curi Barang di Toko, Terakhir Kepergok Bawa Mesin
"Dengan posisinya sebagai titik percabangan menuju Kuala Tanjung, Stasiun Bandar Tinggi kini memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar tempat naik dan turun penumpang," katanya.
Stasiun tersebut kini menjadi salah satu simpul yang menghubungkan transportasi kereta api, kawasan industri, dan pelabuhan dalam satu rantai konektivitas logistik. (rel)
Editor : Editor Satu