TAPTENG, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) mengerahkan 10 alat berat untuk menormalisasi Sungai Aek Saili setelah banjir susulan menerjang Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Sabtu (26/9/2026).
Banjir membuat sejumlah kawasan permukiman warga terendam dan dipenuhi material sedimen. Penanganan sungai menjadi bagian dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi agar banjir serupa tidak kembali terjadi.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau langsung kegiatan pemulihan dan penanganan Sungai Aek Saili, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Pemkab dan Kodim Gelar Gebyar Tapanuli Utara: Voli hingga Tarik Tambang
"Bonalumban ini salah satu yang terdampak parah. Lingkungan permukiman yang tadinya tidak mengalami kebanjiran, sekarang banjir dan dipenuhi sedimen," ujar Masinton saat peninjauan.
Menurut Masinton, proses pemulihan dilakukan secara bertahap karena kondisi cuaca masih dinamis. Pemkab Tapteng, kata dia, berupaya mempercepat penanganan di lapangan sembari menyiapkan langkah mitigasi jangka menengah dan panjang.
"Penanganannya dilakukan secara bertahap, karena cuaca yang terus berubah-ubah. Intinya penanganan kita lakukan dengan cepat," katanya.
Baca Juga: 24 Rumah Dihantam Puting Beliung, Kerugian Capai Rp72 Juta
Normalisasi Libatkan Lintas Instansi
Masinton mengatakan Pemkab Tapteng memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat penanganan Sungai Aek Saili.
Langkah tersebut mencakup normalisasi aliran sungai, pembersihan material sedimen hingga perbaikan infrastruktur pengendali banjir.
"Normalisasi Sungai Aek Saili dilakukan dengan mengerahkan 10 unit alat berat," ujar Masinton.
Normalisasi melibatkan lintas instansi, termasuk Balai Besar, TNI AD, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, BBWS Sumatera II dan instansi terkait di daerah.
Baca Juga: 100 Butir Ekstasi dari Medan Masuk Siantar, Dua Pria Ditangkap
Pemkab Tapteng berharap pengerahan alat berat dan koordinasi lintas instansi dapat mempercepat pemulihan aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir terhadap permukiman dan infrastruktur di sekitar sungai.
Masinton juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Aek Saili meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem.
"Kita mengimbau kepada masyarakat di sekitar bantaran Sungai Aek Saili untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang ekstrem, serta mendukung penuh proses pemulihan yang sedang berjalan di lapangan," pungkasnya. (zatam)
Editor : Editor Satu