TOBA, METRODAILY – Mutu pendidikan di SMP Negeri 5 Satu Atap Matio, Desa Matio, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, dipertanyakan setelah sekolah tersebut dua tahun terakhir tidak memiliki guru bidang studi Matematika.
Kekosongan tenaga pendidik itu disebut berdampak pada kepercayaan orang tua. Jumlah siswa yang sebelumnya lebih dari 100 orang kini tersisa sekitar 50 siswa.
Kepala Desa Matio Rabin Panjaitan mengatakan, siswa SMP Matio selama ini berasal dari enam desa di sekitar sekolah. Namun, sebagian orang tua memilih tidak menyekolahkan anak mereka di sana karena menilai tenaga pendidik belum memadai.
Baca Juga: Pascabanjir Tapteng, Kementerian PU Buka Alur Sungai dan Perkuat Tebing
“Alasannya, mutu pendidikan yang tidak baik. Kalau tidak ada perbaikan, kami yakin sekolah itu pasti tutup. Jujur saja, saya sendiri enggan menyekolahkan anak saya di SMP Matio ini,” kata Rabin saat diwawancarai bersama Ketua Komite SMP Matio dan sejumlah orang tua siswa di Kantor Desa Matio, Selasa (22/9/2026).
Meski demikian, Rabin mengatakan anaknya masih bersekolah di SMP tersebut. Sebagai kepala desa, ia merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan sekolah di wilayahnya.
Menurut Rabin, persoalan kekurangan tenaga pendidik telah beberapa kali disampaikan kepada pihak sekolah melalui rapat komite. Namun, orang tua mengaku belum melihat penyelesaian yang memadai.
Baca Juga: RUPSLB Indosat Perpanjang Jabatan CEO Vikram Sinha, Strategi AI Diperluas
Mereka khawatir kondisi tersebut membuat siswa tertinggal dalam penguasaan pelajaran, terutama ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
“Kami perhatikan, pihak sekolah tidak peduli. Jangankan kebutuhan tenaga didik, MCK di sekolah itu juga sampai sekarang tidak ada air,” ungkap Rabin.
Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 5 Satu Atap Matio, Hotnida Siagian, membenarkan adanya kekosongan sejumlah tenaga pendidik.
Selain guru Matematika, posisi kepala sekolah definitif dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) juga masih kosong.
Baca Juga: Batu Besar Hambat Sungai Siboro, Banjir Rendam Haranggaol
“Sudah dua tahun memang guru bidang studi Matematika tidak ada. Sempat ada guru pengganti yang ditempatkan, tapi hanya sebentar, ditarik (Dinas Pendidikan, red) kembali. Kami sudah mengajukan kembali ke Dinas. Sementara untuk mengisi kekosongan guru, kami berdayakan guru yang ada,” kata Hotnida saat ditemui di ruang guru SMP Matio, Kamis (24/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba Donny Raymond Simamora mengatakan pihaknya akan mengecek langsung kondisi sekolah tersebut.
“Ok, kami cek ke sekolah, untuk kami usulkan ke pimpinan,” ujar Donny saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Pulang Arisan, Lansia di Simalungun Temukan Putranya Tewas Tergantung
Kondisi kekurangan tenaga pendidik tersebut kini menjadi perhatian karena tidak hanya menyangkut ketersediaan guru, tetapi juga keberlanjutan SMPN 5 Satu Atap Matio sebagai sekolah yang melayani siswa dari sejumlah desa di sekitarnya. (fred)
Editor : Editor Satu