Pascabanjir Tapteng, Kementerian PU Buka Alur Sungai dan Perkuat Tebing

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 12:50 WIB
Tim BBWS Sumatera II Medan membuka alur sungai dan memperkuat tebing menggunakan geobag serta bronjong pascabanjir di Tapanuli Tengah. (f: Kementerian PU)
Tim BBWS Sumatera II Medan membuka alur sungai dan memperkuat tebing menggunakan geobag serta bronjong pascabanjir di Tapanuli Tengah. (f: Kementerian PU)

TAPTENG, METRODAILY – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan sejumlah sungai yang meluap dan memicu banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan membuka dan membersihkan alur sungai serta memperkuat tebing pada titik-titik yang terdampak.

Penanganan dilakukan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Tapanuli Tengah sejak Sabtu (26/9) sore hingga malam hari. Luapan terjadi antara lain di Sungai Tukka, Sungai Siali di Desa Bonalumban, serta Sungai Silaga-Laga di Desa Sipange, terutama di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Pandan.

Baca Juga: Pulang Arisan, Lansia di Simalungun Temukan Putranya Tewas Tergantung

Tim BBWS Sumatera II Medan langsung diterjunkan ke lokasi untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko luapan dan kerusakan lanjutan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, jajarannya terus memantau kondisi infrastruktur sumber daya air di tengah potensi hujan yang masih tinggi.

“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk memastikan infrastruktur sumber daya air tetap aman dan berfungsi,” kata Dody.

Baca Juga: Enam Warga Simalungun-Siantar Umrah Gratis, Dibiayai Novri Ompusunggu

Pembukaan dan pembersihan alur dilakukan pada titik-titik sungai yang mengalami hambatan aliran. Langkah tersebut ditujukan untuk memperlancar arus air dan mengurangi potensi luapan ketika debit sungai kembali meningkat.

BBWS Sumatera II juga memperkuat tebing sungai menggunakan geobag dan bronjong. Penguatan dilakukan pada titik yang rawan gerusan untuk mencegah kerusakan tebing akibat peningkatan debit air.

Penanganan darurat dilakukan bertahap dan terus dipantau karena intensitas hujan masih tinggi. Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau kondisi sungai serta menentukan langkah penanganan berikutnya.

Baca Juga: Lomba Bunda PAUD Simalungun Dorong Wajib Belajar 13 Tahun

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada terhadap hujan deras dan kenaikan debit sungai, memantau informasi resmi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Laporan kondisi kebencanaan dapat disampaikan melalui Kanal Pelaporan Bencana Kementerian PU di Call Center 158 ext 4 atau WhatsApp Center 0815-1000-0158. (net)

Editor : Editor Satu
Buka alur sungai kementerian pu pascabanjir tapteng