37 dari 90 Warga Terduga TB, Simalungun Perluas Skrining ke 228 Titik

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:20 WIB
Tim Dinas Kesehatan Simalungun melakukan skrining TB terintegrasi CKG di Jawa Maraja Bah Jambi.
Tim Dinas Kesehatan Simalungun melakukan skrining TB terintegrasi CKG di Jawa Maraja Bah Jambi.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Sebanyak 37 warga dari 90 peserta skrining di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, dinyatakan terduga tuberkulosis (TB).

Sampel dahak mereka selanjutnya diperiksa melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan kondisi tersebut.

Skrining TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) itu digelar Pemkab Simalungun melalui Dinas Kesehatan di Kantor Pangulu Jawa Maraja, Kamis (24/9).

Tim Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Jawa Maraja tidak hanya melakukan skrining TB. Warga juga menjalani pemeriksaan gula darah, tekanan darah dan asam urat. Sementara warga yang diduga mengalami TB diminta memberikan sampel dahak untuk pemeriksaan bakteriologis melalui TCM.

Baca Juga: Jennifer Coppen Geram Dituding Mau Cerai dari Justin Hubner

Edukasi mengenai penyebab, cara penularan dan pencegahan TB juga diberikan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Simalungun sekaligus Ketua Tim Skrining TB Terintegrasi CKG, Rosman Saragih, mengatakan deteksi dini penting dilakukan karena TB masih menjadi salah satu penyakit dengan risiko kematian tinggi.

Menurut Rosman, bakteri TB dapat menular melalui percikan droplet penderita. Risiko penularan meningkat bagi orang yang tinggal serumah atau sering berinteraksi erat dengan penderita, terutama di lingkungan padat dan kurang sehat.

Baca Juga: Disdik Siantar Tindak Lanjut Video Viral terkait Bullying dan Pemukulan Siswi SMP

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk selama dua minggu atau lebih, berat badan menurun, demam berkepanjangan, kehilangan nafsu makan, berkeringat pada malam hari tanpa sebab jelas dan tubuh terus-menerus terasa lemas.

“Apabila mengalami salah satu gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Rosman.

Kelompok yang dinilai lebih rentan tertular TB antara lain perokok aktif, anak-anak, lanjut usia, penderita diabetes dan penderita HIV. Risiko juga meningkat pada lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi dan kondisi sanitasi yang kurang sehat.

Baca Juga: Syahrini Masuk Usia 40, Kini Ingin Lebih Banyak Pikirkan Akhirat

Rosman menegaskan TB dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur dan disiplin. Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan bakteriologis dan X-ray.

Pasien yang dinyatakan positif TB wajib mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga medis hingga pengobatan selesai.

“Jangan ragu, apalagi bimbang. TB bukan penyakit yang tidak bisa diobati, TB dapat disembuhkan! Mari kita bekerja sama untuk lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS-TB),” tegasnya.

Selain TB, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai penyakit tidak menular. Masyarakat diimbau rutin memeriksakan kondisi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Baca Juga: Annisa Pohan Ungkap Aira Jadi ‘Ibu Kedua’ bagi Adik Bayinya

Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun kini menyiapkan tim untuk melaksanakan skrining di 228 titik di seluruh wilayah kabupaten. Lokasinya mencakup lembaga pemasyarakatan hingga lingkungan permukiman.

Perluasan titik skrining tersebut ditujukan untuk menjangkau masyarakat secara lebih menyeluruh dan menemukan kasus TB sedini mungkin. (esa)

Editor : Editor Satu
skrining tbc tuberkulosis