BMKG Peringatkan Hujan Sangat Lebat Mengintai Sumut hingga 5 Oktober

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:35 WIB
BMKG menyampaikan peringatan terkait puncak musim hujan dan potensi cuaca ekstrem di Indonesia.
BMKG menyampaikan peringatan terkait puncak musim hujan dan potensi cuaca ekstrem di Indonesia.

Hujan Ekstrem Sudah Terjadi di Sejumlah Wilayah

MEDAN, METRODAILY — Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur hampir seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) hingga 5 Oktober 2026. Hujan dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga malam hari.

Tim Meteorology Early Warning System menyebut dinamika atmosfer di Sumut masih cukup aktif. Kondisi itu dipengaruhi aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby, suhu muka laut yang relatif hangat, serta belokan angin yang memanjang dari pesisir barat hingga pesisir timur Sumut.

Kondisi atmosfer yang labil turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah.

Baca Juga: Jembatan Rambing Putus Diterjang Banjir, Akses Warga Bonalumban Lumpuh

Ancaman cuaca ekstrem itu bukan sekadar prakiraan. Hujan lebat hingga ekstrem sudah tercatat di sejumlah wilayah Sumut dalam dua hari terakhir.

Pada 25 September 2026, curah hujan tercatat 62,8 milimeter di ARG Sinabung, Kabupaten Karo; 62,2 milimeter di ARG Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas; dan 53,5 milimeter di Stasiun Klimatologi Sumut, Kabupaten Deli Serdang.

Sehari kemudian, intensitas hujan lebih tinggi terjadi di sejumlah wilayah. Stasiun Meteorologi Sibolga mencatat curah hujan mencapai 158,5 milimeter. Sementara AWS Maritim Tigaras Danau Toba, Kabupaten Simalungun, mencatat 96,4 milimeter.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Samosir, Dua WNA Dievakuasi

Di Kabupaten Samosir, AWS Simanindo mencatat 82,6 milimeter dan AWS Toba2-Pelabuhan Ambarita mencapai 64,6 milimeter.

Untuk sepekan ke depan, dinamika atmosfer Sumut diprakirakan masih dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer, daerah konvergensi dan belokan angin atau shearline. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan suplai serta pengumpulan uap air yang menjadi bahan bakar pembentukan awan hujan.

Atmosfer yang masih labil juga mendukung proses pengangkatan massa udara dan pertumbuhan awan konvektif, terutama ketika kandungan uap air di atmosfer cukup tinggi.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Sibolga, Wali Kota Cek Lokasi Rawan Banjir

Dengan kondisi tersebut, hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Pematangsiantar, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Sibolga, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias, Nias Barat, dan Gunungsitoli.

Hujan tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat secara lokal. Waktu yang perlu diwaspadai terutama siang hingga malam hari.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas sehari-hari tetap aman. Masyarakat juga diminta merujuk informasi cuaca dari kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak terverifikasi.

Baca Juga: Modal Usaha Rp5 Juta Mengalir ke 10 UMK di Sibolga, Ini Penerimanya

Para kepala daerah di Sumut juga diimbau berkoordinasi dengan BPBD, TNI dan Polri untuk mengikuti perkembangan cuaca yang disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan.

Informasi resmi dapat dipantau melalui media sosial @infobmkgsumut. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan informasi BBMKG Wilayah I Medan melalui 0821-6804-3653 atau email [bbmkg1@bmkg.go.id](mailto:bbmkg1@bmkg.go.id).

Prospek cuaca tersebut berlaku untuk periode 28 September–5 Oktober 2026, berdasarkan informasi BBMKG Wilayah I Medan yang disampaikan dari Medan, 28 September 2026. (rel)

Editor : Editor Satu
bmkg hujan lebat