PKS Tampung Keluhan Soal Eksistensi Becak Vespa di Padangsidimpuan Yang Terancam

SAMMAN • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:39 WIB
Abdul Rahim Siregar bersama ratusan penarik becak di UM-Tapsel, Kota Padangsidimpuan, Minggu (27/9/2026). (Samman/MetroDaily)
Abdul Rahim Siregar bersama ratusan penarik becak di UM-Tapsel, Kota Padangsidimpuan, Minggu (27/9/2026). (Samman/MetroDaily)

SIDIMPUAN, METRODAILY-Becak bermotor dengan mesin jenis vespa menjadi ciri khas Kota Padangsidimpuan sejak dulu. Namun, akhir-akhir ini kehadiran beragam moda transportasi baru tanpa aturan pasti menjadi keluhan bagi abang becak (pengemudi becak) di Kota Salak ini.

Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Abdul Rahim Siregar, menyerap aspirasi dari ratusan pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM-Tapsel). 

Dalam forum reses DPRD Provinsi Sumatra Utara ini, ratusan penarik becak motor meluapkan keluhan dan kemarahan mereka kepada wakil rakyat tersebut. 
Salah satu penarik becak, I. Nasution, mengaku bahwa kehadiran transportasi online di Kota Padangsidimpuan semakin mempersempit ruang gerak bagi para pengemudi becak motor. 

Di samping itu, adanya moda transportasi lain sejenis bemo yang mulai menjamur di kota ini turut mengganggu eksistensi becak vespa. Terlebih lagi, operasionalnya tanpa aturan dan rute (line) yang pasti.

"Tolong kami, Pak Abdul Rahim Siregar. Bagaimana dengan nasib kami para pengemudi becak motor? Bagaimana nasib keluarga kami? Transportasi online sudah tidak segan-segan menjemput penumpang di depan kami," ucapnya. 

Pemerintah Kota Padangsidimpuan, katanya, tidak memiliki arah kebijakan yang berpihak dan tidak memperhatikan nasib pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan. 

"Kami yang hadir hari ini menunggu sikap Pemerintah Kota Padangsidimpuan. Tolong beri solusi dan perbaiki nasib kami," ungkapnya disambut sorakan dari ratusan pengemudi becak lainnya.

Begitu juga dengan Panca Gultom, pengemudi becak asal Kelurahan Kayu Ombun yang telah melakoni pekerjaan sebagai penarik becak sejak tahun 1975, atau selama 50 tahun. 

"Mulai dari becak gobel, honda, dan vespa. Tujuh anak saya tumbuh dari hasil becak motor dan sekolah hingga sarjana. Namun, empat bulan lalu saya jual vespa saya karena kerusakan, pengeluaran, serta pemasukan sudah tidak sebanding lagi di era sekarang," ungkapnya.

Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara, Abdul Rahim Siregar menyatakan, pihaknya akan segera memperjuangkan aspirasi dan nasib para pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan.

"Semua aspirasi yang disampaikan oleh abang-abang parbetor kami akan kami perjuangkan. Masa depan becak motor akan segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Padangsidimpuan," ucapnya.

Legislator Sumut yang telah menjabat selama dua periode itu juga mendorong agar segera dibentuk lembaga resmi atau perkumpulan becak motor se-Kota Padangsidimpuan.

"Perkumpulan para pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan harus segera kita bentuk untuk mendapatkan legalitas, kepengurusan, hingga kemudahan koordinasi," ucapnya.
 
Dia menegaskan akan berjuang bersama para pengemudi becak motor di Kota Padangsidimpuan.
"Kami dari Partai Keadilan Sejahtera siap berjuang dan mencari solusi bagi masa depan parbecak di Kota Padangsidimpuan," tandasnya.

Di penghujung pertemuan ini, para penarik becak menyepakati pembentukan persatuan dengan keterwakilan masing-masing 7 orang dari setiap kecamatan. Rahim juga membagikan bantuan sembako kepada seluruh abang becak yang hadir.  (SAN)

Editor : SAMMAN
padangsidimpuan Abdul Rahim Siregar becak bermotor PKS (Partai Keadilan Sejahtera)