Rakor Teknis Tol Simpang Panei–Parapat: Bupati Simalugun Usulkan Pembuatan Landasan Darurat

Edi Saragih • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 23:21 WIB
Rakor teknis pembangunan Jalan Tol Segmen Simpang Panei–Parapat di Grand City Hall, Cinnamon, Medan.
Rakor teknis pembangunan Jalan Tol Segmen Simpang Panei–Parapat di Grand City Hall, Cinnamon, Medan.


MEDAN, METRODAILY - TIndak lanjut pertemuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun dengan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) teknis pembangunan Jalan Tol Segmen Simpang Panei–Parapat di Grand City Hall, Cinnamon, Medan, Jumat (25/9/2026).

Rakor dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, Danlanud Soewondo Marsma TNI Tio Hutapea, Kasdim 0207/Sml Mayor Inf Prawoto, jajaran perangkat daerah Pemkab Simalungun, perwakilan PT Hutama Marga Waskita, konsultan perencana, serta PPK Pengadaan Tanah.

Pertemuan membahas berbagai aspek teknis dan langkah lanjutan pembangunan ruas tol yang dinilai strategis bagi konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba, sekaligus kepentingan pertahanan negara.

Baca Juga: BRT Mebidang Siapkan Skema Sekali Bayar, Transit Tak Perlu Tap Lagi

Salah satu bahasan utama adalah gagasan agar pada bagian tertentu infrastruktur Tol Simpang Panei–Parapat dapat dipertimbangkan memiliki fungsi tambahan sebagai landasan darurat pesawat. 

Usulan ini sebelumnya disampaikan Bupati Simalungun dalam audiensi dengan Dirjen Kuathan Kemhan RI, H. Haris Haryanto, di Jakarta, Selasa (22/9/2026) lalu.

Pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis dan perencanaan pembangunan agar seluruh kebutuhan terkait fungsi jalan tol, keselamatan, konektivitas, maupun aspek strategis dapat diakomodasi sejak tahap perancangan.

Baca Juga: 33 Bus Perintis Gratis Disiapkan untuk Pelajar di 5 Kabupaten Sumut, Ini Lokasinya

Bupati Simalungun menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengawal kelanjutan proyek ini. 

"Kita ingin pembangunan Tol Simpang Panei–Parapat tidak hanya memberikan manfaat bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung kepentingan strategis nasional. Karena itu, seluruh aspek perlu dipersiapkan dan dikoordinasikan sejak tahap perencanaan," ujar Anton Saragih.

Ruas tol ini direncanakan sepanjang sekitar 40 kilometer yang sebagian besar melintasi wilayah Kabupaten Simalungun. Kehadirannya diharapkan memperkuat akses menuju Parapat dan kawasan Danau Toba, membuka peluang investasi, memperlancar distribusi barang, serta mendongkrak sektor pariwisata.

Baca Juga: Truk vs Truk di Jalan Tol Batubara - Kisaran: 2 Sopir, 1 Penumpang Luka-luka

"Simalungun merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sekaligus mendukung kepentingan nasional, baik dari sisi ekonomi, konektivitas, pariwisata, maupun pertahanan," tegas Anton Saragih.

Melalui koordinasi terpadu antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, badan usaha, dan konsultan, Pemkab Simalungun mendorong agar rencana pembangunan ini dapat segera ditindaklanjuti secara konkret dengan tetap memperhatikan aspek teknis, regulasi, kebutuhan masyarakat, serta kepentingan strategis nasional.(esa)



Editor : Edi Saragih
jalan tol bupati simalungun