BRT Mebidang Siapkan Skema Sekali Bayar, Transit Tak Perlu Tap Lagi

Editor Satu • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:15 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menyampaikan perkembangan BRT Mebidang dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (25/9/2026). (Foto: Diskominfo Sumut/Munawar Harahap)
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menyampaikan perkembangan BRT Mebidang dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (25/9/2026). (Foto: Diskominfo Sumut/Munawar Harahap)

MEDAN, METRODAILY — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan sistem pembayaran nontunai sekali bayar bagi penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang).

Dengan skema ini, penumpang tidak perlu membayar kembali ketika transit atau berganti koridor selama tidak keluar dari koridor perjalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, sistem tersebut disiapkan untuk menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mendorong efisiensi dan modernisasi transportasi massal di kawasan Mebidang.

Baca Juga: 33 Bus Perintis Gratis Disiapkan untuk Pelajar di 5 Kabupaten Sumut, Ini Lokasinya

“Contohnya kita dari Pakam sampai ke Amplas atau on-corridor yang ada di SM Raja. Kemudian penumpang turun di situ karena mau menuju Pos Blok, maka tidak akan bayar lagi. Cukup sekali bayar,” kata Yuda dalam Temu Pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (25/9/2026).

Menurut Yuda, penumpang cukup melakukan satu kali tap kartu atau pemindaian pembayaran nontunai untuk satu perjalanan.

Setelah transit, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus berikutnya tanpa membayar kembali selama masih berada dalam skema perjalanan yang ditentukan dan tidak keluar dari koridor.

Sistem pembayaran tersebut akan menggunakan metode cashless, antara lain Kartu Uang Elektronik (KUE) serta QRIS melalui fitur Scan & Tap.

Baca Juga: OJK Perkuat Keamanan Keuangan Digital, Scam Makin Lintas Platform

BRT Beroperasi Penuh 8 Desember

BRT Mebidang dijadwalkan beroperasi penuh mulai 8 Desember 2026. Sejak diluncurkan pada Agustus 2026 di Terminal Lubukpakam, layanan tersebut masih dalam tahap uji coba dengan jumlah bus yang beroperasi secara terbatas.

Yuda mengatakan, seluruh 30 bus yang disiapkan ditargetkan sudah berada di Sumut dan melayani masyarakat mulai tanggal tersebut.

“Pada tanggal 8 Desember seluruh bus dengan jumlah 30 akan hadir di Sumut dan sudah bisa melayani masyarakat di Mebidang,” ujarnya.

Baca Juga: Pengurus Infaq Pasar Gelugur Rantauprapat Bagikan Santunan Kepada 88 Anak Yatim di Padang Matinggi

Dari total 30 bus, sebanyak 14 unit akan ditempatkan di Koridor 11 rute Teladan–Terminal Lubukpakam. Sebanyak 13 unit melayani Koridor 12 rute Simpang Barat–Binjai, sedangkan tiga unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan.

Selama masa uji coba, masyarakat masih dapat menggunakan BRT Mebidang secara gratis.

Setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kelompok khusus, antara lain pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Baca Juga: Penanganan Kekeringan Diperkuat, Pemerintah Selamatkan 141.440 Hektare Sawah

Bus Listrik untuk Mebidang

BRT Mebidang merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Pemprov Sumut yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat serta pemerintah kabupaten/kota.

Layanan tersebut menggunakan bus listrik untuk mendukung transportasi massal di kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang. Kehadiran BRT ditujukan untuk memperkuat angkutan umum sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan polusi.

Selain menyiapkan sistem pembayaran terintegrasi, Pemprov Sumut terus membangun infrastruktur halte pada koridor utama (on-corridor) secara bertahap di sepanjang jalan utama Kota Medan.

Baca Juga: Penanganan Kekeringan Diperkuat, Pemerintah Selamatkan 141.440 Hektare Sawah

Pembangunan halte dan sistem pembayaran nontunai tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan BRT Mebidang menuju sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dan modern. (Rel/dis)

Editor : Editor Satu
BRT Mebidang Dishub Sumut