TAPTENG, METRODAILY- Kementerian UMKM RI melakukan kegiatan pendampingan teknis perlindungan dan pemulihan UMKM terdampak bencana Sumatera, di Klinik UMKM Bangkit Sumut I kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di Pandan pada Rabu, 23 September 2026. Dalam program nasional ini, Kementerian UMKM menggandeng salah satu marketplace ternama yaitu Shoope Indonesia.
Tercatat ada sebanyak 60 pelaku UMKM Tapteng yang terdampak bencana, mendapatkan pelatihan dari kolaborasi Kementerian UMKM dan marketplace Shoppe. Melalui program ini, pemerintah pusat seolah menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi pengusaha mikro dari tingkat akar rumput, sehingga dapat bersaing secara mandiri dengan menggunakan platform digital.
Deputi Usaha Mikro membidangi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Andri menjelaskan kolaborasi program digital ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM di Tapteng. Program ini difokuskan untuk memberikan penanganan konkret bagi pelaku usaha yang kehilangan fisik warung, atau tempat usaha akibat bencana.
Untuk mendukung program ini kata Andri, Kementerian UMKM juga meluncurkan integrasi landing page atau membuka halaman web khusus di aplikasi Shoppe Indonesia. Pelaku UMKM Tapteng akan diberi kemudahan fasilitas toko online hingga materi literasi digital aplikatif untuk memasarkan produknya.
“Program ini sebagai upaya pemerintah pusat mendorong pelaku UMKM di Tapanuli Tengah yang terdampak bencana agar kembali bangkit dan bisa membuka akun di marketplace Shoope melalui landing page. Ada perlakuan khusus dalam program ini, pelaku UMKM di Tapteng bisa langsung memasarkan produknya, meski kemasannya kurang menarik,” kata Andri.
“Sisi lain, kami juga mengharapkan pelaku UMKM di Tapteng harus semangat, karena kalau mengharapkan pemasaran lokal tentunya daya beli masyarakat berkurang. Melalui platform ini mungkin, jangkauan pemasarannya lebih luas lagi hingga luar daerah,” tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tapteng, Erman Syahrin Lubis mengapresiasi program inisiasi Kementerian UMKM RI tersebut, dan berharap kedepannya pengusaha yang terdampak bencana di Tapteng kembali bangkit sekaligus dapat memperbaiki ekonomi mereka. Ditambahkan Erman, sebagai bentuk dukungan untuk program nasional ini, Pemkab Tapteng juga menyediakan Klinik UMKM, diproyeksikan sebagai pusat konsultasi dan pendampingan dalam soal pembiayaan, tata kelola produksi, dan perluasan akses pasar digital.
“Inisiatif ini mencakup tiga provinsi terdampak, khusus di Sumatra Utara titik penetrasi kegiatan difokuskan di Medan dan Tapteng. Penunjukan sekaligus mengukuhkan daerah ini sebagai pusat pelayanan regional (Klinik UMKM) akan mengayomi wilayah Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, hingga Kepulauan Nias,” sebut Erman. (net)
Editor : Leo Sihotang