TAPTENG, METRODAILY- Setelah belasan tahun didera harga yang sangat memprihatinkan terhadap hasil sadapan getah karet di tingkat petani, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tahun ini mulai berangsur memulihkan senyuman para petani getah karena harga getah karet kini meroket hingga mencapai harga Rp23.000 per Kilogramnya.
Selain gembira naiknya harga getah, masyarakat juga sangat bersyukur dengan kenaikan harga komoditi tersebut, hal itu mengingat bahwa kondisi masyarakat Tapteng yang baru dilanda oleh bencana alam tahun lalu, hingga kini masi terus berjuang dalam pemulihan ekonomi mereka mengingat sebagian mata pencaharian warga telah hilang atau rusak akibat dilanda lonsor dan banjir bandang tahun lalu.
A.Tobing (38) warga Desa Togabasir, Kecamatan Pinangsori terlihat sumringah usai menjual hasil sadapan getahnya kepada pengepul, Sabtu (19/9/2026). Ia mengatakan, bahwa harga penjualan getah hasil sadapannya sendiri itu terus mengalami kenaikan harga dari beberapa minggu terakhir.
"Dua puluh ribu tiga ratus per Kilo," ucapnya, usai menjual getah hasil sadapannya.
A. Tobing juga menuturkan, sangat bersyukur dengan kenaikan harga getah karet saat ini, terlebih usai masyarakat berhadapan dengan bencana alam yang membuat kewalahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Harga tertinggi lah usai bencana ini," ucapnya.
Kendati mengalami kenaikan harga, untuk dapat harga jual diangka tertinggi tersebut juga dipengaruhi kualitas getah karet hasil sadapan para petani. Seperti hasil sadapan getah karet kualitas tinggi itu harus sudah melalui tahap proses jangka panjang selama 2 sampe 3 Minggu di kumpulkan hingga menjadi satu bentuk Getah Kering, bersih dan berkualitas.
"Ada harga tertinggi ada juga harga sedang dan rendah," tuturnya.
Untuk kualitas besih dan padat, harga tertinggi mendapatkan tawaran dari agen pengepul sebesar Rp 23.300/kg, dan untuk kualitas sedang dihargai denga Rp 22.800 - 23.000/kg.
Sementara, untuk getah basah, yang disebut juga getah mingguan di bandrol dengan harga di angka Rp 22.000/kg .
Hal yang sama juga disampaikan salah seorang agen pengepul asal Sibolga merupakan agen dari salah satu pabrik getah di Tapteng bermarga Manullang (45) menjelaskan bahwa harga ini menjadi salah satu harga tertinggi dalam pembelian mereka untuk lokal.
"Sudah termasuk tinggi lah dibanding harga-harga di daerah lainnya di sini.
Dan ini baru pertamakali kita langsung ke masyarakat pasca bencana ini," tutur Manullang.
Dengan kenaikan harga getah karet itu, para petani getah karet sangat berharap bahwa kondisi harga jual getah karet di wilayah Tapteng akan semakin membaik terlebih bila pemerintah turut mengawal kondisi tersebut. (dh)
Editor : Leo Sihotang