Mutu Air Bersih Dikeluhkan, Pemkab Toba Panggil PDAM Tirtanadi

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:30 WIB
Pemkab Toba meminta penjelasan pihak PDAM Tirtanadi terkait keluhan warga mengenai kelancaran dan kualitas air bersih.
Pemkab Toba meminta penjelasan pihak PDAM Tirtanadi terkait keluhan warga mengenai kelancaran dan kualitas air bersih.

TOBA, METRODAILY — Keluhan warga Kabupaten Toba terhadap layanan air bersih PDAM Tirtanadi belum juga reda. Selain aliran yang kerap tersendat, kualitas air yang masuk ke rumah warga juga dikeluhkan, terutama saat musim penghujan.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba memanggil pihak Cabang PDAM Tirtanadi Toba untuk meminta penjelasan sekaligus menginventarisasi persoalan yang menghambat pelayanan air bersih.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Toba, Jonni Lubis, mengatakan keluhan masyarakat terkait layanan air bersih telah berlangsung cukup lama.

Baca Juga: Muara Mendangkal, Nelayan Pasar Sorkam Terancam Tak Bisa Melaut

“Keluhan dari masyarakat sudah berlangsung cukup lama, dan kita perlu mempertanyakan kepada PDAM Tirtanadi apa penyebab pelayanan kebutuhan dasar untuk mendapatkan sumber air bersih masih terkendala hingga saat ini,” ujar Jonni, Rabu (16/9/2026).

Menurut Jonni, pertemuan itu tidak hanya untuk meminta penjelasan dari pihak PDAM Tirtanadi, tetapi juga menginventarisasi persoalan yang dihadapi dalam penyediaan air bersih agar penanganannya dapat dilakukan bersama.

Dari pembahasan tersebut, ditemukan sejumlah prasarana sumber air bersih yang membutuhkan peningkatan. Salah satunya sumber air bersih Haunatas, Kecamatan Laguboti, yang dinilai masih kekurangan fasilitas pengolahan.

Baca Juga: Diduga Peras Kades di Samosir, 4 Orang Ngaku Wartawan Diamankan

“Memang ada prasarana air bersih yang butuh peningkatan. Seperti sumber air bersih Haunatas, Kecamatan Laguboti, kurangnya pengolahan. Jadi dibutuhkan atensi untuk dilaksanakan. Langkah pertama yang dilakukan akan membangun bak penampungan pengendapan,” kata Jonni.

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemkab Toba meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengusulkan anggaran pada tahun 2027.

Selain bak pengendapan, pembangunan jaringan listrik menuju lokasi sumber air juga dinilai diperlukan untuk mendukung proses pengolahan air bersih sekaligus menyediakan penerangan di lokasi.

Baca Juga: Dera Siagian Hilang Setahun dari Medsos Gara-gara Pecah Pembuluh Darah

“Dengan dibangunnya bak pengendapan, air yang tersalur ke masyarakat akan lebih baik. Selain itu, pembangunan jaringan listrik ke lokasi juga diperlukan untuk mendukung pengolahan air bersih serta sarana penerangan di lokasi sumber air,” tuturnya.

Kepala Cabang Tirtanadi Toba, Solahuddin Siregar, mengakui persoalan sumber air bersih di Kabupaten Toba telah berlangsung cukup lama dan berulang kali dikeluhkan masyarakat.

Menurut Solahuddin, salah satu persoalannya adalah tidak tersedianya bak pengendapan di lokasi sumber air.

“Air keruh yang tersalur ke masyarakat sering terjadi saat musim penghujan, terlebih ketika curah hujan tinggi, karena bak endapan tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga: Barcelona Bantai Racing Santander 7-2, Raphinha Hat-trick

Ia mengatakan pihak PUTR Kabupaten Toba akan mencoba mengusulkan anggaran pembangunan bak pengendapan tersebut. Pembangunan fasilitas itu diharapkan dapat memperbaiki kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat.

“Semoga setelah dilakukan pembangunan, sumber air bersih dapat tersalur ke warga,” kata Solahuddin. (net)

Editor : Editor Satu
mutu air jelek Pemkab Toba pdam tirtanadi