Aset Rp169 Miliar WFC Pangururan dan Tele Dihibahkan ke Pemkab Samosir

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:11 WIB
SERAH TERIMA ASET:   Bupati Samosir Vandiko Gultom bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Yenni Mulyadi meninjau WFC Pangururan sebelum serah terima aset.
SERAH TERIMA ASET:   Bupati Samosir Vandiko Gultom bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Yenni Mulyadi meninjau WFC Pangururan sebelum serah terima aset.

SAMOSIR, METRODAILY  Aset penataan Water Front City (WFC) Pangururan dan Kawasan Tele senilai Rp169 miliar resmi diserahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada Pemerintah Kabupaten Samosir. Setelah hibah tersebut, pengelolaan dan pemeliharaan aset menjadi tanggung jawab Pemkab Samosir.

Penyerahan aset ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN) oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom dan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian PU Yenni Mulyadi, Selasa (15/9/2026).

Serah terima berlangsung di Food Court WFC Pangururan. Aset yang dihibahkan berupa penataan jalan, irigasi, dan jaringan di kawasan WFC Pangururan serta Kawasan Tele.

Baca Juga: Tiga Ahli Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Dana Bantuan Banjir Bandang Samosir

Pembangunan tersebut dikerjakan Kementerian PU pada 2021-2022, kemudian dilanjutkan dengan optimalisasi penataan kawasan pada 2024.

Bupati Samosir Vandiko Gultom mengatakan, pembangunan WFC Pangururan dan Kawasan Tele telah memberikan wajah baru bagi daerah sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Setelah sekian lama, apa yang kita programkan dalam pembangunan ini akhirnya sampai pada tahap dapat dihibahkan. Kami berharap serah terima hibah aset hari ini dapat kami lanjutkan dengan merawat aset ini dengan baik,” kata Vandiko.

Menurutnya, pembangunan yang telah diberikan pemerintah pusat harus diimbangi tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan aset tersebut.

Baca Juga: Wakil Bupati Tapteng Berkantor di Badiri, Percepat Penanganan Banjir

Pemkab Samosir, lanjutnya, perlu menyusun langkah pengelolaan dan pemeliharaan agar aset dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Vandiko juga berharap dukungan Kementerian PU terus berlanjut, termasuk dalam rencana penataan kawasan Tano Ponggol.

Dalam kesempatan itu, Vandiko mengusulkan penyediaan air baku bagi masyarakat. Usulan tersebut kini dalam tahap penyusunan Dana Insentif Daerah (DID).

“Ini menjadi kebutuhan kami. Kami berharap dalam proses desain DID ada pendampingan, sehingga apa yang kami rencanakan sesuai dengan spesifikasi Kementerian PU,” ujarnya.

Baca Juga: Ditikam Pedagang Pisang, Pedagang Air Isi Ulang Tewas di Sibolga

Sementara itu, Yenni Mulyadi meminta Pemkab Samosir mengelola aset yang telah diserahkan secara baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Semoga aset ini semakin baik dan bermanfaat bagi Kabupaten Samosir dan masyarakatnya,” kata Yenni.

Yenni menegaskan Kementerian PU akan terus mendukung sinergi pembangunan dengan Pemkab Samosir, termasuk rencana penataan kawasan Tano Ponggol.  (net)

Editor : Editor Satu
Waterfront City Pangururan pemkab samosir