Pemko Tanjungbalai Pembekalan Uji Kompetensi 98 Tenaga Kerja Konstruksi

Edi Saragih • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:43 WIB
Pembekalan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Kontruksi ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai M Fadly Abdina.
Pembekalan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Kontruksi ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai M Fadly Abdina. 
 

TANJUNGBALAI,METRODAILY - Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Kota Tanjungbalai, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tanjungbalai melaksanakan kegiatan Pembekalan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Kontruksi. 

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Kontruksi Tahun 2026 ini yang dilaksanakan di Aula Dinas PUTR Kota Tanjungbalai pada hari Selasa (15/9/26).

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menyampaikan, bahwa kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta dan meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi di Kota Tanjungbalai. 

Ia berharap, melalui kegiatan pembekalan ini dapat tercipta tenaga kerja konstruksi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Baca Juga: Wali Kota Tanjungbalai Dukung Pemasaran Produk UMKM Warga Binaan 

Untuk menghasilkan produk infrastruktur yang berkualitas serta proses konstruksi yang efektif dan efisien, hanya dapat terpenuhi jika terlaksananya tertib penyelenggaraan konstruksi, perkuatan kelembagaan pemerintah baik pusat maupun daerah serta perkuatan dan upaya peningkatan kemampuan pelaku usaha bidang konstruksi. 

Termasuk diantaranya peningkatan kemampuan dan legalitas tenaga kerja konstruksi. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas PUTR selaku pemangku kewenangan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi di Kota Tanjungbalai telah mengalokasikan anggaran pada APBD tahun 2026 untuk memfasilitasi uji kompetensi tenaga kerja konstruksi sesuai dengan komitmen Pemko Tanjungbalai dalam peningkatan sumber daya manusia bidang konstruski (khususnya untuk level 1 sampai dengan level 6).

Ada dua komponen penting pada kegiatan ini yakni pertama pembekalan, diharapkan tenaga kerja konstruksi dapat lebih mengetahui dan menambah wawasan dalam upaya mewujudkan rangkaian proses pekerjaan konstruksi yang berkualitas, dari awal pekerjaan sampai dengan diserahterimakannya hasil pekerjaan. 

Baca Juga: Kursi Roda hingga Televisi Digondol, Polsek Bilah Hulu Tangkap Pelaku

Kedua adalah uji sertifikasi, tentunya dengan dilaksanakannya uji sertifikasi ini, akan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja  tenaga kerja konstruksi yang kompeten, berdayasaing, produktif dan kreatif agar mampu bersaing dalam industri konstruksi lokal maupun nasional.

Ia juga berharap, saya dengan dilaksanakannya sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi, khususnya untuk jabatan kerja pengawas pekerjaan drainase, supervisor K3 konstruksi, pelaksana pekerjaan lanskap, dan operator alat berat wheel excavator di Kota Tanjungbalai ini. Katanya, kuantitas tenaga kerja konstruksi bersertifikat akan semakin  banyak dan  kualitas pekerjaan konstruksi semakin baik maka kebutuhan pemanfaatan tenaga kerja konstruksi bersertifikat di wilayah Kota Tanjungbalai akan dapat terpenuhi.

Baca Juga: Ketua TP PKK Labura Kunjungi Posyandu, Tekankan Pentingnya Kesehatan Ibu dan Anak

Sebelumnya, Kepala Dinas PUTR Kota Tanjungbalai, Tety Juliany Siregar, melaporkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Kota Tanjungbalai. 

Katanya, bahwa sertifikasi tenaga kerja konstruksi ini merupakan program yang bersifat nasional. berdasarkan ketentuan pasal 70 undang-undang no 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi diwajibkan semua harus bersertifikat yang merupakan pengakuan atas kemampuan/kompetensi kerja khususnya tenaga kerja konstruksi, yang disebut sertifikat kompetensi kerja (SKK), sebelumnya dikenal dengan sebutan sertifikat keterampilan (SKT).

Selanjutnya, Tety Juliani juga mengatakan, bahwa pembekalan dan uji kompetensi tenaga kerja konstruksi sepenuhnya dibiayai APBD Kota Tanjungbalai dengan peserta sebanyak 98 tenaga kerja dengan rincian, dari unsur masyarakat melalui pihak penyedia jasa konstruksi, dari unsur OPD PUTR dan dari unsur OPD lainnya. Katanya, masing-masing peserta dengan jabatan kerja antara lain sebagai pengawas pekerjaan drainase perkotaan sebanyak 23 orang, supervisor K3 konstruksi sebanyak 25 orang, pelaksana pekerjaan lanskap sebanyak 25 orang dan operator alat berat wheel excavator sebanyak 25 orang.

Baca Juga: Pekerja Proyek Kantor Imigrasi Asahan  Abaikan SOP K3

"Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir (2022 s/d 2025), telah dilaksanakan pembekalan atas tenaga kerja konstruksi untuk 14 jabatan kerja sebanyak 360 orang dan kemudian dilakukan uji sertifikasi dengan hasil 357 orang dinyatakan lulus. Kualitas dari tenaga kerja konstruksi yang telah bersertifikat sangat  mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi, baik pada proses pemilihan penyedia maupun pada proses pelaksanaan pekerjaan termasuk mempengaruhi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja konstruksi itu sendiri", sebut Tety Juliana.

Ia juga menyampaikan, bahwa kondisi Kota Tanjungbalai saat ini sedang berbenah diri untuk mewujudkan  Tanjungbalai Emas , akan membutuhkan banyak pekerjaan pembangunan dan perbaikan (rehabilitasi, revitalisasi, maupun renovasi) serta pemeliharaan atas sarana dan prasarana pemerintah maupun fasilitas umum terutama terkait penanggulangan banjir, baik itu akibat rob/pasang surut maupun akibat curah hujan. 

Tentunya, lanjut Tety, pekerjaan yang bersifat konstruksi ini membutuhkan tenaga-tenaga kerja konstruksi yang yang berkompetensi maka sertifikasi tenaga kerja konstruksi ini akan terus berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.

"Untuk itu, kepada semua pihak yang terkait khususnya Bapak Wali Kota melalui Bapak Wakil  Wali Kota, kami berharap tetap mendukung sepenuhnya, terutama terkait kebutuhan anggaran dalam APBD Kota Tanjungbalai", ujar Tety Juliani.
 
Baca Juga: DPRD Batu Bara Rapat Paripurna Agenda Pendapat Akhir Fraksi Rancangan KUPA - PPAS

Pembukaan kegiatan Pembekalan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Kontruksi ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai M Fadly Abdina. 

Acara ini dihadiri pimpinan OPD, Ketua LSP Astekindo Konstruksi Mandiri dan Ketua LSP Petakindo Konstruksi Mandiri Andriko Lubis, selaku lembaga sertifikasi profesi yang ditunjuk oleh badan nasional sertifikasi profesi (BNSP) untuk menyelenggarakan sertifikasi tenaga kerja konstruksi; para Acessor yang telah ditunjuk P3SM untuk melakukan uji sertifikasi, serta para Narasumber pembekalan untuk masing-masing jabatan kerja serta para peserta pembekalan dan uji sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi.(gia)

 

 

 

Editor : Edi Saragih
tanjungbalai uji kompetensi