Ayah Jatuh ke Sungai, Bocah 5 Tahun Terombang-ambing di Perahu

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:10 WIB
Evakuasi jenazah Ranizanto Tafonao yang ditemukan terapung di aliran sungai Desa Lumut Maju, Tapteng.
Evakuasi jenazah Ranizanto Tafonao yang ditemukan terapung di aliran sungai Desa Lumut Maju, Tapteng.

TAPTENG, METRODAILY — Ranizanto Tafonao (38) ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Dusun III, Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (14/9) pagi.

Sehari sebelumnya, pria yang sehari-hari bekerja menjaga kebun warga itu jatuh ke sungai saat menyeberang bersama anaknya yang masih berusia 5 tahun.

Sang anak tetap berada di atas perahu mesin yang terus terombang-ambing setelah ayahnya terjatuh. Bocah tersebut menangis dan berteriak meminta pertolongan hingga suaranya terdengar kerabat yang tinggal di sekitar pinggir sungai.

Baca Juga: Putra Nias Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Ayahnya Mantan Bupati

Peristiwa itu terjadi Minggu (13/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Ranizanto bersama anaknya hendak kembali ke rumah setelah berkunjung ke kediaman kerabat dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu mesin.

Menurut keterangan saksi Arisman Telaumbanua (38) dan Asmeli Lase (32), keduanya warga sekitar sekaligus kerabat korban, Ranizanto mendadak terjatuh ke sungai ketika perahu mendekati tepi.

Saat itu kondisi sungai tengah meluap akibat curah hujan tinggi. Arus yang deras membuat korban yang tenggelam tidak langsung ditemukan malam itu.

Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemko Sibolga Siapkan 24 Pemuda Kerja ke Batam

"Namun, korban yang tenggelam tidak langsung ditemukan malam itu karena kondisi air yang tinggi dan arus deras," terang Kapolsek Sibabangun Iptu Totok, Selasa (15/9).

Keesokan paginya, keluarga menemukan tubuh Ranizanto dalam kondisi terapung di sekitar lokasi ia terjatuh. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Sibabangun bersama Tim Inafis Polres Tapteng dan petugas medis Puskesmas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Asap Selimuti Sebagian Besar Sumut, PM2.5 Masuk Kategori Sedang hingga Tidak Sehat

Kapolres Tapteng AKBP M Alan Haikel melalui Kapolsek Sibabangun Iptu Totok mengatakan, petugas melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti serta meminta keterangan dua saksi.

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Dari pemeriksaan medis awal atau visum et repertum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan medis awal (visum et repertum) oleh tim medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan kerabat, korban juga memiliki riwayat penyakit dalam dan sempat berobat ke rumah sakit di Pandan beberapa minggu lalu," ungkap Totok.

Baca Juga: TI Sibolga Juara Umum Super Taekwondo Championship 2026 Piala Wali Kota

Ranizanto diketahui merupakan karyawan swasta asal Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) yang sehari-hari bertugas menjaga kebun warga di Desa Lumut Maju.

Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga korban yang berada di Nias juga telah dihubungi.

"Pihak keluarga yang berada di Nias juga sudah dihubungi dan sepakat untuk tidak melanjutkan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, menyadari kondisi korban yang memang sedang memiliki riwayat sakit," ujar Totok.

Baca Juga: Jessica Mila Hamil Anak Kedua, Kyarra Segera Jadi Kakak

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (ts)

Editor : Editor Satu
jatuh ke sungai