Dari Madina ke Bukittinggi, Nafiza Zahrani Ikut Olimpiade Matematika di Sumbar

SAMMAN • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:49 WIB
Nafiza saat mengisi jawaban soal di sekolahnya MAN 2 Bukittinggi, Sumbar. (Ist)
Nafiza saat mengisi jawaban soal di sekolahnya MAN 2 Bukittinggi, Sumbar. (Ist)

MADINA, METRODAILY-Bagi sebagian besar remaja, deretan angka dan rumus rumit matematika mungkin menjadi momok yang dihindari. Namun bagi Nafiza Zahrani, angka-angka jadi sahabat karib yang menuntunnya mengukir prestasi dan cita-cita ke arah masa depan.

Remaja kelahiran 25 Juni 2009 asal Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara ini baru saja menorehkan prestasi dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Dan akan mengikuti olimpiade di tingkat provinsi Sumatra Barat.

Pada 9 September 2026 lalu, nama Nafiza keluar sebagai peringkat pertama bidang studi Matematika se-Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat. Keberhasilan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bukittinggi ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga kembali menyelimuti hati kedua orang tuanya dengan rasa haru dan bangga.

"Setelah ini, Nafiza juga akan mewakili Bukittinggi pada olimpiade di tingkat Provinsi Sumatra Barat," cerita Edi Sapri, ayah Nafiza, Senin (14/9/2026) di Muara Sipongi.

Keberhasilan Nafiza tidak datang dalam semalam. Anak sulung dari tiga bersaudara ini telah jatuh cinta pada dunia hitung-menghitung sejak pendidikan usia dini. Bakat alaminya terasah tajam berkat kegemarannya mengikuti berbagai perlombaan, terutama cerdas cermat matematika.

Melihat potensi besar sang putri, Edi Sapri yang berprofesi sebagai wiraswasta, dan Indrayani, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), bertindak bijak dan perhatian. Mereka memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi Nafiza untuk melahap pendidikan baik secara formal maupun nonformal.

Cerita Safri, putri pertamanya itu sejak masih duduk di bangku SDN 238 Kampung Pinang, Muarasipongi, telah gemar belajar dan sudah akrab dengan buku Olimpiade Sains Nasional (OSN), buku Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta tumpukan buku panduan soal.

"Nafiza memang punya juga media sosial. Tapi kami terus bimbing agar itu dimanfaatkan sebagai ruang belajar tambahan untuk memperluas wawasannya," timpal Safri.

Nafiza bersama orang tua menerima piagam dan trofi penghargaan saat kelulusan di SMP IT Darul Hasan Kota Padangsidimpuan. (Ist)
Nafiza bersama orang tua menerima piagam dan trofi penghargaan saat kelulusan di SMP IT Darul Hasan Kota Padangsidimpuan. (Ist)

Dukungan tanpa batas dalam hal membangun kecerdasan Nafiza dari kedua orang tua, mulai terlihat dari prestasi akademik di sekolah. Sejak masa SD di Mandailing Natal hingga berlanjut ke SMP IT Darul Hasan Kota Padangsidimpuan, Nafiza langganan menjadi perwakilan ke tingkat kabupaten hingga provinsi.

Tradisi berprestasi ini terus terjaga; setiap akhir semester tiba, Edi dan Indrayani hampir selalu berdiri paling depan di sekolah untuk menerima piala dan penghargaan atas capaian gemilang putri mereka.

Kini, di MAN 2 Kota Bukittinggi, Nafiza membuktikan bahwa jarak dari kampung halaman bukan penghalang untuk bersinar. Kemenangannya di OMI 2026 juga melengkapi pesta juara MAN 2 Bukittinggi, menyusul rekannya M. Akhyar Hanif (Juara 1 Ekonomi) dan M. Ustum Arif Billah (Juara 2 Geografi).

Bagi Nafiza, setiap rumus yang ia pecahkan adalah jembatan menuju masa depan. Dengan ruang dan restu penuh dari orang tua, remaja asal Sumut ini terus melangkah mantap demi mewujudkan cita-cita besarnya: menjadi seorang ahli Statistika dan Saintis Data. (SAN)

Editor : SAMMAN
sumbar olimpiade matematika smp it