Gudang PLN di Labusel Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp7 Juta

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:20 WIB
Petugas Damkar Satpol PP Labusel memadamkan api yang membakar gudang PLN Kotapinang, Selasa (8/9/2026) malam.
Petugas Damkar Satpol PP Labusel memadamkan api yang membakar gudang PLN Kotapinang, Selasa (8/9/2026) malam.

LABUSEL, METRODAILY — Gudang Kantor Cabang PLN Kotapinang di Kampung Banjar 2, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), terbakar pada Selasa (8/9/2026) malam.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.29 WIB. Kobaran api yang membakar barang-barang di dalam gudang sempat menarik perhatian warga yang melintas maupun yang tinggal di sekitar lokasi.

Laporan kebakaran diterima Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Labusel dari seorang warga bernama Diki Aryo. Tiga menit kemudian, tepat pukul 22.32 WIB, satu unit armada Damkar Kotapinang bersama personel dikerahkan ke lokasi.

Baca Juga: 20 Siswa MTs di Madina Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG

Petugas kemudian melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Setelah berjibaku di lokasi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kepala Bidang Damkar Labusel, Ismail, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut.

“Api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas di lapangan. Untuk sumber api masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang,” kata Ismail saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/9/2026).

Menurut Ismail, objek yang terbakar merupakan barang-barang yang tersimpan di dalam gudang PLN.

Baca Juga: Gus Irawan Kembali Pimpin HKTI Sumut, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Petani

“Korban jiwa maupun luka nihil. Objek yang terbakar merupakan barang-barang yang tersimpan di dalam gudang tersebut,” ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, pihak PLN Cabang Kotapinang diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp7 juta.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (akrt)

Editor : Editor Satu
gudang terbakar