SIMALUNGUN, METRODAILY — Seekor anjing peliharaan mengamuk setelah lepas dari kandangnya dan menyerang warga di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Rabu (9/9).
Sebanyak sembilan warga dilaporkan mengalami luka gigitan, termasuk pemilik anjing tersebut.
Sejumlah korban kemudian dibawa ke klinik dan Puskesmas Tapian Dolok untuk mendapatkan penanganan medis. Warga sempat panik akibat serangan anjing yang terjadi secara beruntun.
Baca Juga: 1.955 Siswa Dikmata Resmi Jadi Prajurit TNI AD, Ini Pesan KSAD
Lurah Sinaksak, Armada Purba, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pihak kelurahan menerima laporan dari Kepala Lingkungan (Kepling) IV setelah mengetahui adanya sejumlah warga yang menjadi korban.
“Tadi pagi kita dapat laporan dari Kepala Lingkungan IV bahwa ada sembilan orang warga yang terkena gigitan anjing. Termasuk pemiliknya sendiri juga ikut digigit,” ujar Armada.
Terkait kemungkinan rabies, Armada mengatakan kondisi kesehatan anjing tersebut belum dapat dipastikan. Hewan itu harus menjalani observasi selama 10 hingga 14 hari untuk mengetahui perkembangannya.
Baca Juga: Chelsea Comeback Gila, Leeds Dihajar 6-3 di Carabao Cup
“Anjing ini belum bisa kita pastikan rabies atau tidak, karena harus dipantau dulu 10 sampai 14 hari,” jelasnya.
Petugas dari dinas peternakan yang turun ke lokasi meminta anjing tersebut segera diamankan dan dikarantina dalam kerangkeng besi. Langkah itu dilakukan untuk mencegah serangan dan korban tambahan selama masa observasi.
“Menurut orang peternakan, saat ini harus diamankan. Syaratnya harus dikerangkeng. Anjing ini memang lepas, tadi pengakuan pemiliknya begitu. Sampai dipantau 10 hari sampai 14 hari,” kata Armada.
Baca Juga: Christine Hakim Lawan Dingin dan Angin Bromo Saat Syuting Film
Seluruh korban, termasuk pemilik anjing, telah mendapat perawatan medis dari tim Puskesmas Tapian Dolok sebagai langkah penanganan terhadap luka gigitan dan mengantisipasi risiko infeksi.
Pihak Kelurahan Sinaksak mengimbau warga yang memelihara hewan agar memastikan hewan tetap berada dalam pengawasan. Pemilik juga diminta rutin melakukan vaksinasi untuk mencegah risiko penyakit yang dapat membahayakan warga. (mdi)
Editor : Editor Satu