PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember 2026

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:45 WIB
Wagub Sumut Surya bersama pihak Danantara membahas percepatan proyek PSEL Medan Raya yang ditargetkan groundbreaking Desember 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (10/9/2026).
Wagub Sumut Surya bersama pihak Danantara membahas percepatan proyek PSEL Medan Raya yang ditargetkan groundbreaking Desember 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (10/9/2026).

Investasi Capai Rp3,5 Triliun

MEDAN, METRODAILY — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada Desember 2026.

Proyek yang masuk Program Strategis Nasional (PSN) itu diproyeksikan mengolah 1.700 ton sampah per hari dari Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengatakan proyek tersebut tidak lagi berada pada tahap perencanaan. Persiapan yang telah dilakukan sejak 2023 kini harus dilanjutkan dengan percepatan eksekusi di lapangan.

“Ini sudah dimulai sejak 2023. Berarti PSEL ini sudah start, tinggal eksekusi di lapangan. Tidak ada cerita tidak jalan. Ini program yang sangat baik untuk mengatasi persoalan sampah,” ujar Surya saat menerima kunjungan Director Investment Danantara Fadli Rahman di Pendopo Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Surya, dua persoalan utama yang harus segera dipastikan pemerintah daerah adalah kesiapan lahan dan kepastian pasokan sampah. PSEL Medan Raya membutuhkan pasokan sekitar 1.700 ton sampah setiap hari dari Medan dan Deliserdang yang harus tersedia secara konsisten selama 30 tahun.

“Ini tidak lagi masalah anggaran dan perencanaan. Tinggal lahan dan penyediaan sampah selama 30 tahun, 1.700 ton per hari antara Pemko Medan dan Deliserdang,” katanya.

Pemprov Sumut, lanjut Surya, akan berperan sebagai mediator untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait. Proyek tersebut diharapkan berjalan tanpa hambatan hingga tahap pelaksanaan.

“Ini program PSN. Antara Medan dan Deliserdang mudah-mudahan hasil diskusi ini sampai ke Jakarta sehingga tidak ada keraguan dan kita berharap melalui program ini persoalan sampah di Medan dan Deliserdang dapat terselesaikan,” ujarnya.

Director Investment Danantara Fadli Rahman mengatakan PSEL Medan Raya membutuhkan investasi sekitar US$200 juta atau sekitar Rp3,5 triliun. Fasilitas tersebut diperkirakan memiliki kapasitas pembangkitan 35–40 megawatt.

Selain mengolah sampah menjadi energi listrik, proyek ini diproyeksikan membuka lapangan kerja selama konstruksi dan operasional. Energi yang dihasilkan diperkirakan dapat menerangi sekitar 110 ribu rumah tangga sekaligus mengurangi emisi dari sektor persampahan.

“Target kami Desember 2028 sudah beroperasi. Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar dua tahun,” ujar Fadli.

Dari sisi lahan, Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan Pemko Medan telah membebaskan sekitar 4,98 hektare lahan di samping TPA Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Pemko Medan juga menyiapkan anggaran Rp47 miliar untuk pematangan lahan dan sekitar Rp7,9 miliar untuk pembangunan serta perbaikan akses jalan menuju lokasi PSEL.

Untuk menjamin pasokan sampah, Pemko Medan menyiapkan tambahan 26 unit truk pengangkut sampah.

“Pemko Medan siap. Pematangan lahan dalam waktu dekat akan ditenderkan dan kami berharap groundbreaking dapat berjalan sesuai waktu yang ditetapkan,” kata Rico.

Wakil Bupati Deliserdang Lom-Lom Suwondo mengatakan Pemkab Deliserdang juga siap mendukung proyek tersebut, terutama dalam penyediaan dan pengelolaan sampah.

Pemkab Deliserdang akan memperkuat pengelolaan sampah melalui TPS 3R dan pengumpulan sampah di tingkat kecamatan. Saat ini terdapat sejumlah titik pengelolaan dengan kapasitas sekitar 800 ton sampah.

“Untuk mendukung program ini, kami mempersiapkan langkah untuk menyuplai sampah. Kami memperkuat TPS 3R dan pengumpulan sampah di kecamatan. Kapasitas kami cukup memadai dan kami siap mendukung,” ujar Lom-Lom.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti mengatakan pengelolaan sampah di TPA Terjun telah menunjukkan sejumlah kemajuan. Ia juga mengapresiasi langkah Pemko Medan dalam menangani persoalan persampahan.

Menurut Nani, PSEL Medan Raya menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian karena memiliki kapasitas pengolahan besar. Pada tahap pertama dan kedua, kapasitas PSEL Medan Raya direncanakan mencapai sekitar 1.700 ton sampah per hari.

“Medan ini masuk dalam fase dua. Harapannya Medan bisa menjadi yang pertama karena kapasitasnya paling besar, sekitar 1.700 ton per hari,” ujarnya.

Turut hadir sejumlah OPD Pemprov Sumut, jajaran Konsorsium Nusantara Hijau dan Danantara. (H20/DIS)

Editor : Editor Satu
psel medan raya groundbreaking