TAPTENG, METRODAILY — Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengerahkan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Masker dibagikan gratis kepada masyarakat, sementara fasilitas pelayanan kesehatan disiagakan menghadapi kemungkinan gangguan kesehatan.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Badan Bela Negara FKPPI PD II Sumut Gelar Turnamen Mini Soccer U-15
Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan mengatakan, seluruh kepala Puskesmas telah diinstruksikan membagikan masker secara gratis sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai perlindungan diri dari paparan abu vulkanik.
"Sebagai bentuk komitmen dan respons cepat terhadap surat edaran Kemenkes, kami telah menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk membagikan masker secara gratis kepada warga serta turun memberikan edukasi langsung mengenai perlindungan diri dari dampak abu vulkanik," ujar Lisnawati.
Menurutnya, langkah pencegahan diperlukan untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat abu vulkanik. Paparan abu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga masalah pada kulit.
Baca Juga: Izin TKA Dipangkas, Pemerintah Targetkan Selesai Lima Hari
Selain membagikan masker di tempat umum dan titik-titik keramaian, Dinkes Tapteng menyiagakan seluruh pos pelayanan kesehatan. Kesiapsiagaan dilakukan melalui sejumlah langkah.
Pertama, memastikan ketersediaan logistik dan pelayanan kesehatan, termasuk masker, tabung oksigen, serta obat-obatan esensial untuk menangani gangguan pernapasan dan iritasi mata.
Kedua, memperkuat edukasi mengenai risiko kesehatan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, warga diminta menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, mengenakan kacamata pelindung, serta pakaian berlengan panjang.
Baca Juga: Dua Rayap Besi Tepergok Curi Trafo di Ruko Bekas Kebakaran di Siantar
Ketiga, melakukan pemantauan terhadap kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit kronis, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Lisnawati juga meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.
"Kami mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Apabila mengalami gejala seperti batuk terus-menerus, sesak napas, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya, segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat," pungkasnya. (net)
Editor : Editor Satu