Guru dan Polisi Rayu Dua Murid SD di Simalungun Kembali Sekolah

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 12:02 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Silou Kahean bersama guru mendatangi orang tua dua murid SD yang lama tidak bersekolah untuk memberikan pendampingan dan motivasi.
Bhabinkamtibmas Polsek Silou Kahean bersama guru mendatangi orang tua dua murid SD yang lama tidak bersekolah untuk memberikan pendampingan dan motivasi.

SIMALUNGUN, METRODAILY — Dua murid sekolah dasar (SD) di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, sudah lama tidak bersekolah.

Pihak sekolah kemudian meminta bantuan Bhabinkamtibmas untuk membujuk orang tua agar kedua anak tersebut kembali melanjutkan pendidikan.

Bhabinkamtibmas Polsek Silou Kahean Aiptu Dodi H Saragih bersama guru SD Negeri Marsilo mendatangi rumah orang tua kedua murid di Dusun Togahan, Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean, Rabu (9/9) siang.

Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra mengatakan, pendampingan itu dilakukan setelah pihak sekolah beberapa kali mengimbau orang tua agar anak-anak mereka tidak putus sekolah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Pesta Olob-olob GKPS Resort Siantar II, Wali Kota Berpesan soal Kerukunan

“Kegiatan ini bermula dari permohonan lisan Kepala SD Negeri Marsilo kepada Bhabinkamtibmas untuk mendampingi pihak guru menemui orang tua dari dua murid yang telah lama tidak bersekolah,” kata Edy.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap alasan kedua murid tidak lagi masuk sekolah.

Salah satu anak berhenti sekolah karena harus membantu dan menjaga ibunya yang mengalami kebutaan. Sementara ayahnya bekerja serabutan sehingga tidak selalu dapat mengantarkan anak tersebut ke sekolah.

Baca Juga: 2 Bendungan di Ujung Padang Rusak Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah Terancam

Alasan berbeda disampaikan orang tua murid lainnya. Anak tersebut merasa malu setelah sempat ketahuan mengambil uang atau barang milik temannya di sekolah. Anak itu juga merasa tersinggung atas penyampaian salah seorang guru kepadanya.

Menyikapi kondisi tersebut, guru dan Bhabinkamtibmas memilih pendekatan persuasif. Mereka memberikan pemahaman kepada kedua orang tua tentang pentingnya pendidikan dan meminta agar anak-anak mereka tidak dibiarkan putus sekolah.

“Terlebih segala kebutuhan sekolah telah dibiayai oleh negara dan pemerintah,” tegas Edy.

Baca Juga: Personel Korem 022/PT Dapat Sosialisasi Safety Riding dari Polres

Menurut Edy, pendekatan dilakukan secara humanis dan kekeluargaan agar orang tua dapat memahami pentingnya pendidikan tanpa merasa dihakimi atas kondisi yang mereka hadapi.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kedua orang tua menerima saran dan masukan dari pihak sekolah dan Bhabinkamtibmas serta berkomitmen kembali menyekolahkan anak mereka.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya mencegah dua murid tersebut kehilangan hak atas pendidikan akibat persoalan keluarga maupun persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah. (rel)

Editor : Editor Satu
murid kembali sekolah guru