Habib Hayqal Alaydrus isi Maulid Arbain di Padangsidimpuan, Pesannya Teladani Akhlak Rasulullah

SAMMAN • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:41 WIB
Habib Hayqal Alaydrus saat memberi tausiah dalam peringatan Maulid Arbain di Kelurahan Hanopan Sibatu, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Senin (7/9/2026) malam. (Samman/MetroDaily)
Habib Hayqal Alaydrus saat memberi tausiah dalam peringatan Maulid Arbain di Kelurahan Hanopan Sibatu, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Senin (7/9/2026) malam. (Samman/MetroDaily)

SIDIMPUAN, METRODAILY-Al-Habib Hayqal bin Husein Alaydrus menghadiri sekaligus memberikan tausyiah pada malam ke-25 perayaan Maulid Arbain di Kelurahan Hanopan Sibatu, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Senin (7/9/2026). Acara yang dilakukan secara maraton selama 40 malam ini diinisiasi oleh Majelis Ahbabul Musthofa Kota Padangsidimpuan.

Habib Hayqal dalam tausiahnya membawa pesan mengenai besarnya jasa dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW yang tidak akan pernah bisa terbalas, meskipun manusia beribadah sepanjang hidupnya.

"Meskipun empat puluh malam berturut-turut kita memperingati kelahiran baginda Nabi, seujung kuku pun kita belum dapat membalas kasih sayang beliau," ujar Habib Hayqal.

Al-habib menjelaskan, bahwa sebelum diutusnya Rasulullah, umat manusia berada dalam kesesatan (zaman jahiliah). Kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa hidayah yang mengubah kedudukan manusia menjadi sebaik-baiknya umat di antara umat rasul lainnya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Islam merayakan kelahirannya, dengan menumbuhkan rasa cinta pada nabi, dan meneladani akhlaknya.

Dalam kitab-kitab para ulama, jelas Habib Hayqal, ada empat momen iblis menangis sejadi-jadinya. Salah satu di antaranya ketika Rasulullah lahir.

"Pertama, saat Iblis dilaknat oleh Allah SWT. Kedua, saat Iblis diusir dari surga akibat kecongkakan dan kesombongannya di hadapan Allah SWT. Kemudian saat diturunkannya Surat Al-Fatihah sebagai ummul kitab dan rahmat bagi manusia," katanya.

Saat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Iblis menangis karena kehadirannya menggagalkan misi besar Iblis untuk menyesatkan manusia. Rasulullah lahir untuk membawa manusia keluar dari kegelapan jahiliah menuju cahaya kebenaran.

Di akhir ceramahnya, Habib Hayqal menekankan, bahwa Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Beliau mengingatkan umat agar menjauhi perilaku saling mencaci maki, terutama terhadap sesama muslim atau mukmin. Begitu juga terhadap orang di luar Islam.

Jangankan sesama manusia, kata Habib, Rasulullah bahkan melarang umatnya mencaci maki binatang, dan benda mati sekali pun.

"Diriwayatkan, Rasulullah kepada sahabat. Janganlah kalian mencela ayam jantan, sebab ia membangunkan untuk salat," tutupnya.

Habib Hayqal kemudian berterima kasih kepada pimpinan Ahbabul Musthofa, Abuya Ahmad Sanjaya Banurea seraya mendoakan keberkahan bagi keluarga tuan rumah Halomoan Harahap. Peringatan maulid nabi ini diiringi dengan solawatan bersama ratusan jemaah. (SAN)

Editor : SAMMAN
padangsidimpuan maulid nabi