Kabut Tebal Selimuti Taput, Warga Keluhkan Mata Perih dan Sesak Napas

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:40 WIB
Kabut menyelimuti wilayah Kabupaten Padanglawas, Senin (7/9/2026). Warga mengeluhkan mata perih dan gangguan pernapasan.
Kabut menyelimuti wilayah Kabupaten Padanglawas, Senin (7/9/2026). Warga mengeluhkan mata perih dan gangguan pernapasan.

TAPANULI UTARA, METRODAILY — Kabut menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut mulai dikeluhkan warga karena menyebabkan mata perih hingga gangguan pernapasan.

Dinas Kesehatan Taput mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri dengan menggunakan masker selama kondisi kabut masih berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Taput, dr Ganda Nainggolan, mengatakan penggunaan masker penting untuk mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan.

“Ya, akibat kabut yang saat ini menyelimuti daerah Tapanuli Utara, saya imbau agar warga dapat menggunakan atau memakai masker untuk menjaga kesehatan pernapasan,” ujar Ganda.

Baca Juga: Asap Kepung 14 Daerah di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

BPBD Sebut Kemungkinan dari Sinabung

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput, Tohom Solaban, mengatakan tidak ada laporan kebakaran hutan yang menjadi penyebab kabut di wilayah tersebut.

Tohom menduga kabut yang menyelimuti Taput kemungkinan berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.

“ Kemungkinan besar penyebab kabut di Tapanuli Utara akibat erupsi Gunung Sinabung. Kalau akibat kebakaran hutan, tidak mungkin sampai ke daerah kita ini,” jelasnya.

Baca Juga: 591 Warga Toba Dapat Bantuan Bedah Rumah, 509 Unit Bersumber dari APBN

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi mengenai sumber kabut. Kondisi atmosfer dan pergerakan asap masih perlu dipantau untuk memastikan asal sebarannya.

Keluhan terhadap dampak kabut mulai dirasakan sejumlah warga. Selain pandangan yang terganggu, warga mengaku mengalami mata perih dan gangguan pernapasan.

“Akibat kabut ini kami mengalami mata perih dan pernapasan terganggu,” ujar seorang warga.

Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan segera mencari pertolongan medis apabila keluhan semakin berat. (net)

Editor : Editor Satu
kabut tebal kabut asap