SIBOLGA, METRODAILY — Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mulai dikhawatirkan mengganggu rantai pasok sayur-mayur dan buah ke Kota Sibolga.
Gangguan terutama berpotensi terjadi jika aktivitas vulkanik berlangsung lama dan memaksa petani maupun pelaku transportasi mengubah pola distribusi.
Pelaku usaha transportasi sayur-mayur dan buah, Sehat Maruli Simanullang, mengatakan Karo merupakan salah satu sentra utama produksi sayur dan buah untuk kebutuhan Sumatera Utara. Karena itu, gangguan di wilayah tersebut berpotensi merembet ke harga di daerah tujuan, termasuk Sibolga.
“Sekarang Sinabung lagi erupsi. Kita tahu kalau daerah Karo itu lumbung sayur dan buah untuk Sumatera Utara, sudah pasti akan mempengaruhi harga,” ujar Sahat saat ditemui di Pasar Inpres Aek Habil, Sibolga, Senin (7/9).
Baca Juga: Aktivitas Gunung Sinabung Menurun, Radius Bahaya Dipersempit Jadi 5 Km
Menurutnya, erupsi dapat memengaruhi distribusi karena sebagian petani berpotensi menunda atau kesulitan melakukan panen akibat kondisi di sekitar kawasan terdampak.
“Selain itu, rencana pengalihan jalur transportasi karena erupsi, akan mempengaruhi juga kenaikan biaya transportasi yang otomatis mendongkrak naiknya harga sayur dan buah,” katanya.
Jika biaya distribusi meningkat sementara pasokan dari sentra produksi berkurang, harga komoditas di pasar-pasar daerah tujuan berpotensi ikut terdorong.
Baca Juga: Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei, Kemenperin Minta Standar K3 Diperketat
Pasokan di Sibolga Masih Normal
Kekhawatiran terhadap pasokan belum terlihat signifikan di tingkat pedagang. Erni Manalu, pedagang sayur di Pasar Nauli Sibolga, mengatakan harga sebagian besar sayur dan buah masih dalam kondisi normal.
“Kalau secara keseluruhan, boleh dibilang masih normal. Kalaupun ada jenis-jenis sayur maupun buah yang naik, itu masih jenis tertentu dan itu biasa,” ucapnya.
Baca Juga: Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan, Ini Dugaan Polisi
Ia juga memastikan pasokan sayuran di Pasar Nauli masih mencukupi kebutuhan pedagang dan konsumen.
Namun, Erni berharap aktivitas Gunung Sinabung tidak berlangsung berkepanjangan. Sebab, semakin lama erupsi berlangsung, semakin besar pula potensi gangguan terhadap pasokan.
“Kalau (erupsi) berkepanjangan pasti akan berpengaruh pada harga, setidaknya pasokan akan berkurang,” tutupnya. (net)
Editor : Editor Satu