Aktivitas Gunung Sinabung Menurun, Radius Bahaya Dipersempit Jadi 5 Km

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:20 WIB
Gunung Sinabung terlihat dari Desa Kutarakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026). Aktivitas vulkanik masih dipantau.
Gunung Sinabung terlihat dari Desa Kutarakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026). Aktivitas vulkanik masih dipantau.

KARO, METRODAILY — Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menunjukkan penurunan. Kondisi tersebut membuat wilayah rekomendasi bahaya dipersempit dari radius sektoral 6 kilometer menjadi 5 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Perubahan rekomendasi itu berdampak langsung terhadap ratusan warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, yang sebelumnya mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Mereka diperbolehkan kembali ke rumah mulai Senin (7/9).

Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, mengatakan status Gunung Sinabung masih berada pada Level III atau Siaga. Namun, berdasarkan evaluasi kondisi terkini, jarak rekomendasi bahaya mengalami pengurangan.

Baca Juga: Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan, Ini Dugaan Polisi

“Status masih di level III, Siaga, rekomendasi memang ada penurunan (jarak) dari 6 kilometer menjadi 5 kilometer,” kata Armen saat dihubungi, Senin (7/9).

Menurut Armen, Desa Kuta Tengah berada di luar radius sektoral 5 kilometer yang menjadi rekomendasi terbaru. Karena itu, warga desa tersebut sudah direkomendasikan untuk kembali.

“Karena 5 kilometer tidak masuk Kuta Tengah itu, jadi warga Kuta Tengah direkomendasikan bisa kembali,” ujarnya.

Tak Ada Kubah Lava Baru

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga 6 September 2026, aktivitas visual Gunung Sinabung menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300–500 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga: Razia Gabungan PKB di Siantar Jaring 20 Kendaraan, 5 Langsung Bayar Pajak

Pemantauan menggunakan drone juga tidak menemukan pertumbuhan kubah lava baru. Selain itu, tidak terekam gempa guguran yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas pada kubah lava lama.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar PVMBG melakukan evaluasi dan menyesuaikan zona rekomendasi bagi masyarakat.

Terhitung sejak 6 September 2026 pukul 12.00 WIB, wilayah yang harus dihindari tetap mencakup radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Namun, radius sektoral ke arah selatan-tenggara yang sebelumnya mencapai 6 kilometer dipersempit menjadi 5 kilometer.

Baca Juga: Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, BNPL Melonjak 31,22 Persen

Sempat Dievakuasi Pascameletus

Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 10.17 WIB. Kolom abu erupsi mencapai ketinggian sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.

Saat itu, masyarakat diimbau tidak mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak. Hujan abu juga dilaporkan berdampak terhadap sejumlah permukiman warga.

Ratusan warga Desa Kuta Tengah kemudian dievakuasi pada Selasa (1/9) dan ditempatkan di Desa Sukatepu.

Pemulangan warga dilakukan setelah Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Karo menggelar rapat khusus berdasarkan rekomendasi terbaru PVMBG. Rapat dipimpin Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan selaku Ketua Satgas Tanggap Darurat.

Baca Juga: Utang Rp200 Ribu Berujung Penganiayaan, Polisi Mediasi hingga Berdamai

Rapat turut dihadiri Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho selaku Wakil Ketua Satgas, Sekda Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, serta Kalaksa BPBD Kabupaten Karo Juspri M Nadeak.

Meski warga diperbolehkan pulang, pemerintah mengingatkan perubahan radius rekomendasi bukan berarti ancaman erupsi telah berakhir.

Satgas Tanggap Darurat meminta warga tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan mematuhi setiap arahan PVMBG.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi bahaya sekunder, terutama aliran lahar saat curah hujan tinggi. Warga yang kembali diminta waspada ketika hujan deras mengguyur kawasan lereng Sinabung. (deo)

Editor : Editor Satu
erupsi sinabung pengungsi sinabung