Kabut Asap Selimuti Kota Padangsidimpuan, Warga Diimbau Pakai Masker

Metro-Esa • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:47 WIB
Tampak kabut asap tutupi Kota Padangsidimpuan dan gunung lubuk raya, foto diambil hari Senin (7/9/2026).
Tampak kabut asap tutupi Kota Padangsidimpuan dan gunung lubuk raya, foto diambil hari Senin (7/9/2026).

SIDIMPUAN,METRODAILY - Dalam sepekan ini kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Padangsidimpuan, Kondisi tersebut membuat sejumlah gunung termasuk gunung Lubuk Raya yang biasanya terlihat jelas tampak semakin samar akibat pekatnya asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kabut asap menyelimuti wilayah Kota Padangsidimpuan terlihat jelas pada pagi hari. Kondisi ini membuat kualitas udara dikhawatirkan sangat tidak sehat, terutama pada pagi hari sekitar pukul 06.30 hingga 09.00 WIB. 

Asap diduga merupakan kiriman dari wilayah provinsi tetangga yang tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Asap kemudian terbawa oleh pergerakan angin hingga masuk ke wilayah Kota Padangsidimpuan.

Baca Juga: Wanita Pengedar Sabu Diamankan di Sidimpuan, Barang Bukti 4,37 Gram

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 5 September 2026, karhutla masih menjadi perhatian di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Untuk wilayah Sumatera, BNPB mencatat luas lahan terbakar di Riau sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 mencapai sekitar 18.882,16 hektare. Sementara di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare.

BNPB juga melaporkan Jambi masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Pemantauan pada 3 September 2026 mencatat terdapat 266 titik panas di provinsi tersebut berdasarkan pantauan satelit BMKG.

Baca Juga: Plaza Anugrah Sidimpuan Rutin Salurkan Infaq bagi Anak Yatim

Meski demikian, kondisi karhutla di sejumlah wilayah tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kabut asap yang terlihat di Kota Padangsidimpuan berasal dari kebakaran di wilayah lain.

Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama instansi terkait diharapkan melakukan pemantauan dan penelusuran terhadap sumber asap yang terlihat di sejumlah wilayah Kota Padangsidimpuan.

Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, melalui Sekretaris Daerah, H. Rahmat Marzuki Nasution, dikonfirmasi terkait fonemena kabut asap ini menyatakan, Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Baca Juga: Hutan Nabundong di Paluta Terbakar, 250 Hektare Ludes Dilahap Api, Asap Tebal Tutupi Jalan Lintas

Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.

Ia menegaskan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, terutama bagi kelompok rentan, di tengah kondisi kualitas udara yang mulai terdampak sebaran asap.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi karhutla," ujar Rahmat Marzuki.

Pemko Padangsidimpuan meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api baru atau memerlukan bantuan medis darurat dapat menghubungi Call Center BPBD, 081392415449.(Irs)

 

Editor : Metro-Esa
ASAP sidimpuan