Lubuk Larangan Kelurahan Kantin Dibuka, Hasil Disisihkan untuk Santuni Anak Yatim

Metro-Esa • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:38 WIB
Lurah, Safwan Tanjung, Ketua HPSI dan panitia santuni Anak Yatim, bertempat di Kantor Lurah Kantin, Minggu (6/9/2026).
Lurah, Safwan Tanjung, Ketua HPSI dan panitia santuni Anak Yatim, bertempat di Kantor Lurah Kantin, Minggu (6/9/2026).

SIDIMPUAN, METRODAILY - Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama kembali terlihat dalam kegiatan pembukaan Lubuk Larangan Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan menjala yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sekitar 100 warga turut ambil bagian, menciptakan suasana penuh kekeluargaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Hebatnya, kegiatan lubuk larangan kali ini tidak hanya berorientasi pada hasil tangkapan ikan. Sebagian hasil menjala, namun secara khusus disisihkan untuk diberikan kepada anak-anak yatim di Kelurahan Kantin.

Baca Juga: PTAR dan Warga Garoga Panen 250 Kg Ikan dari Lubuk Larangan

Penyerahan santunan dilaksanakan pada Minggu sore sekitar pukul 16.30 WIB di Kantor Lurah Kantin. Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Kantin Safwan Tanjung, Darman Lubis dari Himpunan Penjala Seluruh Indonesia (HPSI), Ketua Lubuk Larangan Kelurahan Kantin Togu Martua Tanjung, panitia, serta masyarakat setempat.

Lurah Kantin Safwan Tanjung mengatakan, penyisihan sebagian hasil menjala untuk anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah, kegiatan pembukaan lubuk larangan hari ini berjalan dengan baik dan penuh kebersamaan. Dari hasil menjala yang kita peroleh, kita sisihkan sebagian untuk diberikan kepada anak-anak yatim di Kelurahan Kantin. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama, " ujar Safwan.

Baca Juga: Buka Lubuk Larangan, Bupati Madina Soroti Disiplin Warga dan Sampah Sungai

Menurutnya, nilai utama dari tradisi lubuk larangan bukan hanya terletak pada hasil yang diperoleh masyarakat, tetapi juga pada manfaat yang dapat dibagikan kepada orang lain.

"Bagi kami, yang paling penting bukan hanya hasil yang didapat dari kegiatan menjala, tetapi bagaimana hasil tersebut bisa memberikan manfaat kepada orang lain, khususnya anak-anak yatim. Mudah-mudahan apa yang kita berikan ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi mereka, " tuturnya.

Safwan juga memberikan pesan kepada anak-anak yatim yang menerima santunan agar tetap semangat dalam menjalani pendidikan dan mengejar cita-cita.

"Untuk anak-anak kami yang menerima santunan, tetaplah semangat, belajar dengan baik dan jangan lupa berdoa agar cita-cita kalian tercapai. Kami dari pemerintah kelurahan akan terus mendukung dan memberikan motivasi kepada kalian," ucapnya

Baca Juga: Ratusan Pemancing Serbu Pembukaan Lubuk Larangan Desa Hapesong Lama

Ia juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. 

Sambung Safwan, kehadiran sekitar 100 warga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih tumbuh kuat di Kelurahan Kantin.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus kita pertahankan. Mari kita jadikan setiap kegiatan di tengah masyarakat sebagai momentum untuk saling membantu, berbagi dan peduli terhadap sesama, " kata Safwan.

Sementara itu, Darman Lubis dari Himpunan Penjala Seluruh Indonesia (HPSI) turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran HPSI bersama masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi menjala sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang selama ini melekat dalam kegiatan Lubuk Larangan.

Baca Juga: Dukung Asta Cita Presiden RI, Forkopimda Psp Tabur 3.000 Benih Ikan di Lubuk Larangan

Ketua Lubuk Larangan Kelurahan Kantin, Togu Martua Tanjung, bersama anggota dan panitia, yakni Amran Sanusi, Dedi Sinaga, Indra, Ahmad Azis, Bangun Sinaga, dan Ardisah, turut berperan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan pembukaan Lubuk Larangan hingga penyerahan santunan.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa tradisi masyarakat dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan nilai sosial dan kemanusiaan. Lubuk larangan bukan sekadar tempat masyarakat mencari hasil sungai secara bersama-sama, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, menjaga semangat gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Penyerahan santunan kepada anak yatim pun menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Dari hasil menjala yang dilakukan bersama, masyarakat Kelurahan Kantin menunjukkan bahwa kebersamaan akan semakin bermakna ketika manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang terlibat, tetapi juga dapat dibagikan kepada anak-anak yatim.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang terus dipelihara, tradisi Lubuk Larangan di Kelurahan Kantin diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kearifan lokal mampu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.(Rif)

 

Editor : Metro-Esa
anak yatim lubuk larangan