Ikhwanuddin Nasution Terpilih Jadi Ketua MUI Simalungun

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:50 WIB
Ketua MUI Simalungun terpilih: Al Ustaz H Ikhwanuddin Nasution Lc MM ditetapkan sebagai Ketua MUI Kabupaten Simalungun periode 2026–2031 dalam Musda VIII di Aula Gedung MUI Simalungun, Sabtu (5/9/2026). (f: Metro/ist)
Ketua MUI Simalungun terpilih: Al Ustaz H Ikhwanuddin Nasution Lc MM ditetapkan sebagai Ketua MUI Kabupaten Simalungun periode 2026–2031 dalam Musda VIII di Aula Gedung MUI Simalungun, Sabtu (5/9/2026). (f: Metro/ist)

SIMALUNGUN, METRODAILY — Al Ustaz H Ikhwanuddin Nasution Lc MM terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun periode 2026–2031.

Ia terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) VIII MUI Kabupaten Simalungun yang digelar di Aula Gedung MUI Kabupaten Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Sabtu (5/9/2026).

Ikhwanuddin ditetapkan sebagai ketua berdasarkan keputusan Tim Formatur yang berjumlah 12 orang. Tim tersebut terdiri atas unsur perwakilan 25 kecamatan, pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, Dewan Pertimbangan Organisasi, serta MUI Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga: Bobol Rumah Siang Bolong, Motor dan Barang Elektronik Raib di Sinaksak

Usai terpilih, Ikhwanuddin menyebut jabatan tersebut bukan sekadar posisi organisasi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan bersama.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini adalah amanah yang sangat besar, memimpin orang-orang yang dekat dengan Allah,” ujar Ikhwanuddin.

Ia menyadari tugas tersebut tidak mungkin dijalankan seorang diri. Karena itu, Ikhwanuddin mengajak seluruh jajaran pengurus, ulama, tokoh agama, serta elemen umat Islam memperkuat kebersamaan dan sinergi.

Baca Juga: Dua Gol dalam Empat Menit, Roma Balikkan Atalanta dan Sapu Bersih 3 Laga

“Saya membutuhkan teman dalam melaksanakan tugas ini. Saya berharap kita semua yang hadir siap menjadi teman dalam menjalankan tugas ini. Mari kita bersatu dan bersinergi,” katanya.

Menurut Ikhwanuddin, MUI harus terus mengambil peran dalam membimbing umat sekaligus membangun kemitraan konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mendukung pembangunan daerah.

MUI Diminta Tak Sekadar Bereaksi Saat Masalah Muncul

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora yang mewakili Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengatakan, MUI memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Luna Maya Dapat Kejutan Ultah Pesta Mewah dari Maxime Bouttier

Menurutnya, ulama tidak hanya menjadi tempat umat mencari jawaban atas persoalan keagamaan, tetapi juga berperan sebagai penuntun, penyejuk, sekaligus penjaga nilai dan moral masyarakat.

“Ulama bukan hanya tempat umat bertanya mengenai persoalan keagamaan, tetapi menjadi penuntun, penyejuk, sekaligus penjaga nilai dan moral dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Mixnon membacakan sambutan Bupati.

Pemkab Simalungun, kata dia, memandang MUI dan para ulama sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Baca Juga: APBD Tapteng Baru Terserap 30 Persen, 5 Parpol Desak Masinton atau Dimakzulkan

Karena itu, MUI diharapkan tidak hanya hadir ketika persoalan sudah muncul. Peran ulama juga dinilai penting dalam melakukan pencegahan dan memberikan arahan sejak dini agar persoalan sosial tidak berkembang menjadi lebih besar.

Anton juga mendorong MUI memperkuat pembinaan generasi muda. Dakwah, kata dia, perlu disampaikan secara sejuk, mencerdaskan, relevan, dan mampu menjangkau masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.

Selain pembinaan keagamaan, perhatian juga diarahkan pada penguatan ekonomi umat, kepedulian sosial, serta pemeliharaan persaudaraan, baik sesama umat Islam maupun antarumat beragama.

Baca Juga: Ribut Batas Tanah di Taput, Warga Luka Disabet, Rumah Terduga Pelaku Diamuk Massa

“Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan Simalungun, kita harus mampu berdiri bersama. Kita harus terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta kerukunan antarumat beragama dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Pemkab Simalungun, lanjutnya, membuka ruang komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan MUI, alim ulama, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

MUI Sumut Ingatkan Pengurus Soal Amanah

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara Prof Dr H Maratua Simanjuntak menegaskan bahwa kepengurusan MUI lahir dan berkembang melalui dukungan ulama, pesantren, serta organisasi kemasyarakatan Islam.

Baca Juga: Dua Rumah Terbakar di Humbahas, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Menurut Maratua, MUI memiliki tanggung jawab moral dan keilmuan sebagai mitra pemerintah, terutama dalam memberikan masukan, nasihat, dan bimbingan keagamaan.

“Menjadi pengurus MUI bukan sekadar kehormatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar kepada umat serta di hadapan Allah SWT,” ujar Maratua.

Ia menekankan pengurus MUI harus memiliki keilmuan, kompetensi, integritas, keteladanan, dan komitmen, serta memahami ajaran Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah.

Baca Juga: Musik Tradisional Dibidik Jadi Magnet Baru Pariwisata Danau Toba

Maratua juga mengingatkan agar nilai luhur Habonaron Do Bona tetap menjadi semangat dalam menegakkan kebenaran, keadilan, persatuan, dan kemaslahatan bersama di Simalungun.

Musda Diikuti 250 Peserta

Ketua Panitia Pelaksana Musda VIII MUI Simalungun Amrisyam Simamora sebelumnya mengatakan, Musda menjadi forum strategis untuk menyatukan pandangan sekaligus merumuskan langkah organisasi agar MUI dapat memberikan manfaat lebih luas bagi umat dan masyarakat.

Saat ini, jaringan kepengurusan MUI telah tersebar dan aktif di 25 kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Baca Juga: Viral karena Kikuk di Dapur, Denada Tambunan: Memang Nggak Bakat Masak

Musda VIII mengusung tema “Peningkatan Peran Majelis Ulama Indonesia sebagai Khadimul Ummah (Pelayan Umat) dan Shodiqul Ummah, Mitra Pemerintah dalam Mewujudkan Simalungun Maju.”

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas pengurus MUI tingkat kecamatan, perwakilan organisasi Islam, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen umat Islam. (esa)

Editor : Editor Satu
Ketua MUI Simalungun