TAPTENG, METRODAILY — Rencana kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (4/9/2026), disambut harapan besar warga korban bencana.
Warga yang masih bertahan di hunian sementara (huntara) berharap kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Mereka ingin Gibran melihat langsung persoalan yang masih mereka hadapi setelah bencana.
Salah satu persoalan yang disorot adalah bantuan bagi korban terdampak. Sebagian warga mengaku sudah terdata sebagai korban, tetapi hingga kini belum menerima sejumlah bantuan, seperti bantuan rumah rusak, dana jamin hidup (jadup), dana stimulan, maupun dukungan untuk hunian sementara.
Baca Juga: Gibran Kunjungi Sibolga-Tapteng Hari Ini, Pantau Penanganan Pascabencana dan Huntap
Ironisnya, sejumlah huntara yang ditempati warga disebut dibangun secara swadaya menggunakan dana pribadi.
“Kami tidak minta mewah. Yang kami butuhkan beras, air bersih, sembako. Kalau ada bantuan, berikan yang layak dan sesuai kebutuhan,” ujar Efriwati Panggabean, warga korban bencana.
Warga Tagih Perbaikan Tanggul
Selain bantuan, warga menyebut persoalan yang tak kalah mendesak adalah perbaikan tanggul sungai.
Bagi warga, pembangunan kembali rumah tidak akan menyelesaikan masalah jika tanggul dan aliran sungai belum dibenahi. Ancaman banjir masih membayangi setiap kali hujan turun.
Baca Juga: Sarwendah Rayakan Ultah ke-37 Bersama Anak Pejuang Kanker, Pilih Berbagi
“Kalau rumah dibantu dibangun, tetapi sungainya tidak diperbaiki dan tanggul tidak dibuat, tidak ada harapan. Percuma,” ujar Abadi, warga lainnya.
Kekhawatiran tersebut terutama dirasakan warga Hutanabolon yang tinggal di sekitar aliran sungai. Saat hujan turun, mereka mengaku harus kembali bersiap menghadapi kemungkinan banjir dan mengungsi.
“Kalau sudah gelap dan hujan, kami sudah berpikir mau lari ke mana. Kalau tanggul pecah, kami harus cepat mengungsi,” ungkap seorang warga.
Warga juga mengeluhkan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama air bersih dan beras. Menurut mereka, kebutuhan tersebut lebih banyak dipenuhi melalui bantuan donatur dan relawan.
Baca Juga: Prajurit TNI Pimpin Upacara Bendera di Sekolah Dasar Pelosok Taput, Ini Pesannya
Minta Gibran Lihat Kondisi Langsung
Kunjungan Gibran ke Tapteng diharapkan menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan langsung kondisi yang mereka alami.
Warga Hutanabolon meminta Wapres tidak hanya menerima laporan dari pemerintah daerah, tetapi melihat kondisi huntara, rumah terdampak, tanggul sungai, serta saluran air.
Mereka berharap kunjungan tersebut menghasilkan kepastian mengenai bantuan yang belum diterima, perbaikan tanggul, dan penanganan kebutuhan dasar warga.
“Harapan kami, setelah rombongan Wapres meninggalkan Hutanabolon, bukan hanya dokumentasi yang tersisa, tetapi juga ada kepastian kapan bantuan diterima, kapan tanggul diperbaiki, dan kapan kami dapat kembali hidup dengan aman,” ujar warga.
Baca Juga: Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Terbakar, Tiga Pekerja Tewas Usai Lompat dari Lantai 6
Warga menegaskan mereka tidak membutuhkan janji baru. Mereka menginginkan kepastian dan langkah nyata agar kehidupan pascabencana bisa segera dipulihkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah maupun BPBD Tapteng terkait jadwal pasti dan agenda Wapres Gibran di lokasi bencana. (ts)
Editor : Editor Satu