Aktivitas Sinabung Turun, 1.279 Pasukan Gabungan Tetap Disiagakan di Karo

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:25 WIB
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendi Antariksa meninjau Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Karo, Kamis (3/9/2026).
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendi Antariksa meninjau Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Karo, Kamis (3/9/2026).

KARO, METRODAILY — Aktivitas Gunung Sinabung dilaporkan cenderung menurun. Namun, kondisi itu tidak membuat aparat lengah. Kodam I/Bukit Barisan menyiagakan 1.279 personel gabungan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi susulan dengan dampak lebih besar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kesiapsiagaan pasukan ditandai dengan apel gabungan di Makodim 0205/TK, Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kamis (3/9/2026).

Apel dipimpin langsung Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendi Antariksa, didampingi Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan.

Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr dr Antonius Ginting SpOG M.Kes, Kajari Karo Edmond N Purba, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Damkar, Basarnas serta unsur pendukung lainnya.

Usai apel, Pangdam bersama rombongan bergerak ke Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat.

Kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi Sinabung sekaligus memperoleh penjelasan mengenai perkembangan aktivitas gunung api dari petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Aktivitas Turun, Risiko Belum Hilang

Hendi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari PVMBG, aktivitas Gunung Sinabung menunjukkan kecenderungan menurun.

Namun, kondisi tersebut tidak boleh diartikan bahwa ancaman erupsi telah berakhir.

“Untuk aktivitas ini kecenderungannya menurun, tetapi tidak boleh lengah karena kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi titik erupsi yang mulai 31 Agustus kemarin, sehingga bisa terjadi erupsi-erupsi besar lainnya. Kita harus mengantisipasi,” ujar Hendi.

Menurut dia, pemantauan terhadap aktivitas Sinabung terus dilakukan. Aparat juga harus memastikan kesiapan personel dan sarana apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas yang mengharuskan masyarakat dievakuasi.

Karena itu, Kodam I/BB menyiagakan 1.279 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri dan unsur pendukung lainnya.

“Upaya-upaya evakuasi sudah dilakukan kepada masyarakat khususnya Desa Kuta Tengah. Sampai dengan saat ini ada lima posko pengamanan di wilayah Kabupaten Karo, terutama di wilayah yang diprediksi akan mendapatkan dampak cukup signifikan apabila terjadi erupsi yang lebih besar lagi,” katanya.

Kesiapan tersebut diarahkan untuk mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat, mulai dari evakuasi warga, pengamanan kawasan terdampak hingga dukungan terhadap penanganan pengungsi.

Warga Diminta Tak Masuk Zona Merah

Pangdam meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Sinabung melalui informasi resmi pemerintah dan rekomendasi PVMBG.

Warga, terutama yang berada di sekitar kawasan rawan bencana, diminta tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi zona merah yang direkomendasikan oleh PVMBG,” tegas Hendi.

Menurutnya, kesiapan pasukan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat apabila kondisi Sinabung kembali meningkat.

Koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, tenaga kesehatan dan instansi terkait juga terus diperkuat agar proses evakuasi maupun penanganan keadaan darurat dapat dilakukan tanpa menunggu situasi memburuk.

Bagi aparat, penurunan aktivitas Sinabung bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Sebaliknya, kesiapsiagaan tetap dipertahankan untuk menghadapi kemungkinan perubahan aktivitas gunung api yang sewaktu-waktu dapat terjadi. (pmg)

Editor : Editor Satu
erupsi sinabung pengungsi sinabung siaga pasukan kodam 1 bukit barisan