Jurusan di SMKN 2 Padangsidimpuan Siap Beradaptasi dengan Sepeda Motor Listrik

SAMMAN • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:45 WIB
Zendro dalam program Honda EV Academy - Green Mobility Education for Vocational School 2026 di SMKN 2 Padangsidimpuan, Senin (31/8/2026). (Ist)
Zendro dalam program Honda EV Academy - Green Mobility Education for Vocational School 2026 di SMKN 2 Padangsidimpuan, Senin (31/8/2026). (Ist)

SIDIMPUAN, METRODAILY- Menyikapi perkembangan zaman dan pergeseran tren masyarakat yang mulai beralih ke sepeda motor listrik, SMK Negeri 2 Padangsidimpuan siap mengadopsi kompetensi baru dalam kurikulum jurusan Teknik Sepeda Motor yang dimilikinya.

Sebagai institusi pendidikan vokasi, SMK Negeri 2 Padangsidimpuan melihat fenomena ini bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang besar. Perubahan ini menuntut semua untuk bergerak cepat dan adaptif.

"Ketika industri otomotif bergeser ke arah elektrifikasi yang ramah lingkungan, maka kurikulum, fasilitas praktik, dan kompetensi guru kita juga harus bertransformasi," kata kepala sekolah, Zendro Hasibuan SPd, usai program Honda EV Academy - Green Mobility Education for Vocational School 2026 di SMKN 2 Padangsidimpuan, Senin (31/8/2026).

Zendro mengapresiasi fasilitas, materi dan dukungan yang diberikan dunia usaha ini. Ia juga mengungkapkan, sekolah telah siap dalam mengadopsi dan beradaptasi untuk segera mengintegrasikan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle) ke dalam program pembelajaran.

Program edukasi kendaraan ramah lingkungan bagi sekolah vokasi yang diadakan di SMKN 2 Padangsidimpuan bagian dari kolaborasi PT Agincourt Resources (PTAR)--pengelola Tambang Emas Martabe yang juga anggota dari grup Astra International Tbk (ASII)--, Astra Motor, Indaco Trading Grup dan mitra lainnya.

Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah mengatakan, perkembangan kendaraan listrik perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan siswa sekolah kejuruan, khususnya jurusan Teknik Sepeda Motor.

“PTAR bekerja sama dengan Indako memberikan pembaruan pengetahuan kepada siswa mengenai sepeda motor listrik. Ini juga bagian dari komitmen kami mendorong pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan karena kendaraan listrik dapat mengurangi emisi,” ujar Christine.

Melalui Honda EV Academy - Green Mobility Education for Vocational School 2026, siswa tidak hanya mendapat edukasi teknologi kendaraan listrik, tetapi juga keselamatan berkendara, EV Display, dan Test Ride.

Menurut Christine, kegiatan tersebut diharapkan memperluas kompetensi siswa agar mampu mengikuti perkembangan industri otomotif dan berpeluang menjadi teknisi kendaraan listrik di masa depan.

“Harapan kami, siswa dan guru bisa menjadi pionir dalam memahami teknologi ini. Jangan ragu bertanya karena rasa ingin tahu dan inisiatif merupakan bagian dari kompetensi yang dibutuhkan dunia industri,” katanya.

Sebelumnya edukasi kendaraan listrik yang difasilitasi PTAR ini juga disampaikan kepada sekitar 30 mekanik bengkel dari wilayah Batang Toru dan Muara Batang Toru. Kegiatan tersebut digelar di Sopo Daganak, Minggu (30/8/2026).

Dengan menyasar pelajar dan mekanik, PTAR mendorong kesiapan sumber daya manusia menghadapi perkembangan kendaraan listrik sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai green mobility.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya PTAR menghubungkan pendidikan, peningkatan kompetensi, perkembangan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi PTAR, pengenalan kendaraan listrik bukan semata-mata memperkenalkan teknologi baru. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari pilihan teknologi dan perubahan pengetahuan di tengah masyarakat. (SAN)

Editor : SAMMAN
SMKN 2 Padangsidimpuan PTAR honda Vokasi Expo 2025