LABUHANBATU, METRODAILY — Seorang siswi kelas VII MTs Al-Washliyah Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, mengaku dipukul gurunya menggunakan sepatu saat berada di ruang kelas.
Pemukulan itu disebut terjadi setelah korban bersama dua temannya membuang sampah ketika jam pelajaran berlangsung. Korban mengaku kepalanya dipukul menggunakan sepatu sebanyak lima kali di hadapan siswa lainnya.
Kepada wartawan, korban mengatakan dirinya dan dua temannya membuang sampah karena mendapat perintah dari seorang guru. Namun, mereka kemudian dipanggil guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadis dan dibawa ke ruang kelas VIII.
Baca Juga: Jennifer Coppen Rayakan Ultah ke-3 Kamari, Ungkap Perjuangan Jadi Ibu
“Saat itu saya dan dua teman sedang membuang sampah pada jam pelajaran karena disuruh guru. Kemudian kami dipanggil dan dibawa ke ruang kelas VIII,” ujar korban.
Menurut pengakuannya, mereka kemudian diminta melepas sepatu. Sepatu tersebut selanjutnya disebut digunakan untuk memukul kepala korban.
“Kami disuruh membuka sepatu, lalu sepatu kami diambil dan dipukulkan ke kepala sebanyak lima kali,” katanya.
Peristiwa tersebut awalnya tidak diketahui orang tua korban. Gita Malery, ibu korban, mengatakan dirinya baru mengetahui kejadian itu setelah melihat anaknya menangis pada malam hari.
Baca Juga: Roma Hancurkan Lecce 4-0, Malen Jadi Bintang Kemenangan
“Saya awalnya tidak mengetahui peristiwa pemukulan itu. Malam hari saya melihat anak saya menangis, kemudian saya tanyakan. Baru dia mengatakan dipukul menggunakan sepatu di bagian kepala oleh gurunya,” ujar Gita.
Menurut Gita, kejadian tersebut membuat anaknya merasa trauma dan tidak nyaman untuk kembali bersekolah di tempat tersebut.
Keluarga kemudian mendatangi pihak sekolah pada Senin (31/8/2026). Selain mengembalikan sejumlah buku pelajaran, keluarga menyampaikan keberatan atas dugaan tindakan kekerasan yang dialami anaknya.
Baca Juga: Mahalini Jawab Kisruh Lagu ‘Percuma’: Kontrak Anggis Devaki Disebut Hanya Setahun
Persoalan itu kemudian dimediasi pihak keluarga, guru, dan pengelola sekolah. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Guru Ditegur
Pembina Perguruan Al-Washliyah Sigambal Ilham Rambe membenarkan adanya pertemuan antara pihak keluarga dan sekolah.
Menurut Ilham, pihaknya telah memberikan teguran kepada guru yang bersangkutan maupun kepala sekolah.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual Siswi 15 Tahun di Dairi Berujung Batal Lapor, Keluarga Pilih Pulang
“Pertemuan tadi telah disepakati untuk berdamai. Untuk sanksi kepada guru dan kepala sekolah, masih kami beri kesempatan melakukan perubahan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah ini,” kata Ilham.
Meski persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan, keluarga menyebut korban tetap ingin pindah sekolah karena merasa tidak nyaman setelah kejadian tersebut.
Dugaan pemukulan tersebut merupakan keterangan dari korban dan keluarganya. Pihak sekolah dalam pernyataan yang disampaikan melalui Ilham menyebut persoalan telah dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan. (net)
Editor : Editor Satu