Bendungan Aek Sarulla Direhab, Petani Taput Cemas Sawah Kekurangan Air

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:52 WIB
Proyek rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara, senilai Rp24,4 miliar, masih dalam pengerjaan.
Proyek rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara, senilai Rp24,4 miliar, masih dalam pengerjaan.

TAPANULI UTARA, METRODAILY — Proyek rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, senilai Rp24,4 miliar, menuai keluhan petani.

Pekerjaan bendungan disebut mengganggu aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air persawahan.

Keluhan mencuat justru ketika petani mulai bersiap memasuki musim tanam. Mereka khawatir terganggunya pasokan air akan menghambat penanaman padi.

Proyek tersebut dikerjakan melalui UPTD Pengelolaan Sibundong Batangtoru, Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga: Humbahas Tercepat Ajukan Proposal Kampung Kreatif Sumut Berkah

Sejumlah petani mengaku saluran menuju areal persawahan mereka tertutup material atau terdampak pekerjaan proyek. Kondisi itu membuat aliran air menuju sawah tersendat.

Salah seorang warga bermarga Siburian mengatakan gangguan saluran irigasi membuat pasokan air ke persawahan mereka macet.

"Saluran irigasi tertutup akibat pekerjaan proyek, sehingga aliran air ke persawahan kami macet," ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga: Leony Vitria Tinggalkan Dunia Nyanyi, Pilih Beralih Total ke Akting

Kekhawatiran serupa disampaikan Boru Siregar. Menurut dia, kebutuhan air menjadi krusial karena petani sudah mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.

"Padahal saat ini sudah mau musim tanam. Kami khawatir kalau air tidak lancar, bagaimana kami bisa menanam," katanya.

Keluhan petani tersebut menjadi sorotan karena rehabilitasi bendungan seharusnya tidak memutus kebutuhan dasar masyarakat terhadap air irigasi, terutama ketika musim tanam segera berlangsung.

Baca Juga: Barcelona Hajar Rayo Vallecano 5-2, Yamal dan Raphinha Borong Gol

Pengawas Proyek Rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla, Rinaldi Sianturi, mengatakan pihaknya telah merespons keluhan warga dengan mengalirkan air ke wilayah Pasar.

"Merespons keluhan warga, air sudah kami jalankan ke wilayah pasar," ujar Rinaldi melalui pesan WhatsApp, Minggu malam (30/8).

Namun, penjelasan tersebut belum merinci apakah aliran air yang dialihkan telah menjangkau seluruh areal persawahan terdampak. Belum pula dijelaskan bagaimana pola distribusi air ke petani selama proses rehabilitasi bendungan berlangsung.

Baca Juga: Guru PPPK Sumut Tunggu Nasib, 3.170 Orang Belum Tahu Apakah Kontrak Diperpanjang

Persoalan itu menjadi penting bagi petani karena keberlanjutan pasokan air akan menentukan kelancaran musim tanam. Di sisi lain, proyek rehabilitasi bernilai puluhan miliar rupiah tersebut tetap dituntut berjalan sesuai target tanpa mengorbankan kebutuhan irigasi masyarakat. (net)

Editor : Editor Satu
Bendungan Aek Sarulla