SIANTAR, METRODAILY — Pemerintah Kota Pematangsiantar memperpanjang kerja sama pemanfaatan Taman Hewan Pematangsiantar dengan PT Unitwin Indonesia. Kesepakatan baru berlaku selama 30 tahun, terhitung 1 September 2026 hingga 31 Agustus 2056.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut diteken Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi dan Pimpinan PT Unitwin Indonesia Rahmat Shah di ruang kerja wali kota, lantai II Balai Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Senin (31/8) pagi.
Dengan perjanjian tersebut, PT Unitwin Indonesia kembali mendapat mandat mengelola dan memanfaatkan Taman Hewan Pematangsiantar untuk tiga dekade ke depan.
Baca Juga: Ribuan Peserta Ramaikan Siantar QRIS Run, Transaksi Digital Tembus 1.865 Kali
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Pematangsiantar Alwi Andrian Lumbangaol mengatakan kerja sama diarahkan untuk mengoptimalkan aset daerah agar lebih berdaya guna dan berhasil guna.
Selain mendorong investasi, kerja sama diharapkan mempercepat pengembangan sarana dan prasarana Taman Hewan, membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendongkrak sektor pariwisata Kota Pematangsiantar.
Areal yang masuk dalam kerja sama berada di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Jalan Letjend Suprapto, dan Jalan MH Sitorus dengan luas sekitar 35 ribu meter persegi.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 Tapteng, PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin Serahkan & Tanam 1.000 Bibit Pohon
Meski pengelolaan diserahkan kepada mitra, Pemko Pematangsiantar tetap memiliki kewenangan melakukan pengawasan secara berkala. Pemko juga berhak menerima laporan keuangan dan memperoleh profit sharing dari laba bersih sesuai ketentuan dalam perjanjian.
Rahmat Shah: Ingin Taman Hewan Lebih Baik
Pimpinan PT Unitwin Indonesia Rahmat Shah mengatakan keputusan untuk terus mengelola Taman Hewan Pematangsiantar tidak terlepas dari kepeduliannya terhadap kondisi tempat tersebut.
Ia mengaku sejak kecil memiliki ketertarikan terhadap hewan dan kebun binatang.
"Kebetulan sejak kecil saya suka hewan dan senang sekali kalau diajak ke kebun binatang," kata Rahmat Shah.
Baca Juga: Kapolres Siantar dan Simalungun Berganti, Ini Dua Perwira yang Ditunjuk
Kerja sama antara Pemko Pematangsiantar dan PT Unitwin Indonesia disebut telah berlangsung sejak 1996, ketika Kota Pematangsiantar dipimpin Wali Kota Abu Hanifah.
Setelah masa kerja sama sebelumnya berakhir, kedua pihak kini kembali memperpanjang kemitraan tersebut untuk 30 tahun ke depan.
Rahmat mengatakan keberadaan Taman Hewan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Efek tersebut tidak hanya dirasakan pengelola, tetapi juga petani, nelayan, peternak, pedagang kecil, dan sektor usaha lainnya.
"Jadi saya bahagia dengan adanya penandatanganan kerja sama ini," ujarnya.
Baca Juga: Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Gabung Tentara Rusia
Ia berkomitmen melakukan pembenahan agar Taman Hewan Pematangsiantar menjadi lebih baik.
"Terima kasih. Mohon masukan dari Pemerintah Kota Pematangsiantar. Saya putra daerah Siantar-Simalungun yang ingin memberikan yang terbaik," katanya.
Pemko Minta Taman Hewan Terus Berkembang
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyambut baik perpanjangan kerja sama tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Unitwin Indonesia yang selama tiga dekade telah mengelola Taman Hewan Pematangsiantar.
Baca Juga: Siti Badriah Bantah Suami Selingkuh: Rumah Tangga Kami Baik-Baik Saja
"Ke depannya, semoga Taman Hewan Pematangsiantar menjadi lebih baik lagi," harap Wesly.
Penandatanganan PKS kemudian dilanjutkan dengan pertukaran cenderamata. Rahmat Shah juga menyematkan pin bergambar logo kebun binatang se-Indonesia dan Asia kepada Wesly.
Turut hadir Sekda Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Happy Oikumenis Daely, Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis, Asisten Administrasi Umum Dedi Tunasto Setiawan, Kepala Dinas PMPTSP Muhammad Hamam Sholeh, serta Manajer Taman Hewan Pematangsiantar Bayu Anggriawan.
Perpanjangan kerja sama hingga 2056 kini menempatkan Taman Hewan sebagai salah satu aset daerah yang pengelolaannya akan berlangsung dalam jangka panjang. Tantangannya adalah memastikan investasi dan pembenahan fasilitas benar-benar berbanding lurus dengan manfaat ekonomi, pariwisata, dan penerimaan bagi daerah. (esa)
Editor : Editor Satu