KARO, METRODAILY – Ribuan penonton memadati Stadion Sepak Bola Samura, Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, saat penutupan Karo Merdeka Festival (KMF) Session II yang digelar Markas Cabang (Macab) Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Karo, Minggu (30/8/2026).
Festival yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (28-30 Agustus 2026), tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penutupan festival berlangsung semarak setelah peserta menyelesaikan berbagai perlombaan, terutama kompetisi drum band yang diikuti 20 peserta tingkat SD, SMP, dan SMA dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Selain pertandingan final, panitia langsung menyerahkan piala, sertifikat, serta uang pembinaan dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Piala yang diperebutkan antara lain Piala Ketua Umum LMP Indonesia M Arsyad Cannu dan piala Forkopimda Kabupaten Karo.
Dominasi MIS Alhusna hingga SMA Katolik 1 Kabanjahe
Dalam kategori Junior Non-Logam, DB MIS Alhusna Medan keluar sebagai juara pertama, disusul DB MIS Al Wasliyah Kabanjahe dan DB SD Bethesda Kabanjahe.
MIS Alhusna Medan juga mendominasi sejumlah kategori lainnya, termasuk Best Hornline, Best Percussion, Best Color Guard, Best GE, hingga Juara Umum.
Untuk kategori Senior Non-Logam, DB SMA Katolik 1 Kabanjahe meraih juara pertama. Posisi berikutnya ditempati DB SMKN 1 Kabanjahe dan DB Mutiara Tanjungbalai.
SMA Katolik 1 Kabanjahe juga menjadi juara pada sejumlah kategori senior, termasuk Best Hornline, Best Color Guard, Best GE, dan Juara Umum.
Sementara kategori Contest Color Guard All Division dimenangkan The Lucky Lucky Berastagi, disusul Alhusna Medan dan DC SMAN 4 Pematangsiantar.
Pada kategori Open Class, juara pertama diraih DC Yayasan Methodist Berastagi, diikuti DC BMR Tebingtinggi dan DC SMAN 4 Pematangsiantar.
Kompetisi hingga Fashion Carnaval
KMF Session II tidak hanya mempertandingkan drum band. Panitia juga menghadirkan berbagai kompetisi pendukung, seperti Pianika Battle, Brass Battle, Drum Battle, Fashion Carnaval, serta kategori favorit berdasarkan voting.
Pianika Battle dimenangkan DB MIS Alhusna Medan, disusul DB SD Bethesda Kabanjahe dan DB Mutiara Tanjungbalai.
Brass Battle menempatkan DC SMAN 4 Pematangsiantar sebagai juara pertama, sedangkan DC Espra Langkat berada di posisi kedua.
Untuk Drum Battle, DB Mutiara Tanjungbalai menjadi juara pertama, diikuti DB MIS Alhusna Medan, DC SMAN 4 Pematangsiantar, dan DC Espra Langkat.
Pada Fashion Carnaval, DC BMR Tebingtinggi menjadi juara pertama, disusul DB Mutiara Tanjungbalai, DB SMA Katolik 1 Kabanjahe, dan DB Viva Melodic Symphoni Simalungun.
Penyerahan hadiah dilakukan jajaran LMP Sumatera Utara dan sejumlah pengurus LMP kabupaten/kota, bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Karo dan unsur Forkopimda.
LMP: Beri Ruang Generasi Muda Berkreativitas
Ketua Panitia KMF Session II, Monang Sitanggang, yang juga anggota DPRD Karo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Macab LMP Kabupaten Karo di bawah kepemimpinan Gembira Ginting.
Ia memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar dengan skala yang lebih besar.
“Tahun depan akan kita buat lebih meriah lagi dengan hadiah lebih besar dan acara yang lebih besar,” ujarnya.
Kamada LMP Sumut Rukun Sembiring SE mengapresiasi pelaksanaan KMF karena dinilai memberikan ruang positif bagi generasi muda, khususnya pelajar, untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh Macab LMP Karo ini sangat kita apresiasi. Ini cukup positif bagi generasi muda Karo karena memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan kreativitas,” katanya.
Ia menyatakan keluarga besar LMP Indonesia mendukung agar festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan.
Ketua Macab LMP Karo Gembira Ginting didampingi Sekretaris Bistok Situmorang SE juga menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang.
Bagi peserta yang belum meraih juara, ia meminta agar hasil kompetisi dijadikan pengalaman dan motivasi untuk tampil lebih baik pada penyelenggaraan berikutnya.
“Yang penting sudah bertanding dengan jujur, disiplin dan menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ujarnya.
Gembira juga mengapresiasi dukungan orang tua, guru, Forkopimda Karo, panitia, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan festival.
Penutupan KMF Session II semakin meriah dengan penampilan sejumlah artis dan band lokal Karo. Ribuan warga yang hadir memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.
Festival ini diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wadah bagi pelajar dan generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, serta membangun semangat sportivitas. (pmg)
Editor : Editor Satu