TAPUT, METRODAILY — Proyek rehabilitasi saluran irigasi senilai Rp3,54 miliar di Desa Sitabotabo Toruan, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, kembali dikerjakan setelah fondasinya dibongkar.
Penyebabnya, kedalaman galian fondasi dinilai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar kerja.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara Gibson Panjaitan membenarkan pembongkaran tersebut. Ia mengaku memerintahkan tim di lapangan membongkar fondasi yang tidak memenuhi ketentuan teknis.
Baca Juga: Agnez Mo Pulang ke Indonesia, Siap Galang Dana untuk Korban Karhutla
“Benar, saya yang menyuruh fondasi irigasi Simok Mok untuk dibongkar karena tidak sesuai dengan RAB. Pengawas saya suruh mengecek tiap hari,” ujar Gibson saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Menurut Gibson, setiap pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai ukuran dalam gambar kerja harus diperbaiki. Pengawasan, kata dia, dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kalau ada pekerjaan kami di lapangan, khususnya di wilayah Tapanuli Utara, tolong diberikan informasi, supaya bisa saya bilang ke tim di lapangan,” katanya.
Baca Juga: Mbappe Hattrick, Real Madrid Bantai Sociedad 4-1 dan Kuasai Puncak LaLiga
Keterangan salah seorang kepala tukang menyebutkan, galian fondasi seharusnya memiliki kedalaman 30 sentimeter. Namun, pekerjaan yang dibuat di lapangan disebut hanya sekitar 15 sentimeter.
Perbedaan tersebut menjadi dasar dilakukannya pembongkaran dan perbaikan fondasi.
Proyek yang dikerjakan di daerah irigasi (D.I.) Aek Simok Mok itu memiliki nilai kontrak Rp3.540.432.324,35, bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara.
Pekerjaan tersebut tercantum dalam kontrak Nomor 602.1/333/UPTD-PSDA.SBT/VI/2026. Pelaksana proyek adalah CV Calanda Jaya Energy, dengan masa pelaksanaan 150 hari dan volume pekerjaan sepanjang tiga kilometer.
Baca Juga: Hari Jadi Tapteng, Dinkes Gelar Pengobatan Gratis di Tukka dan Hutanabolon
Dengan nilai kontrak miliaran rupiah, kesesuaian pekerjaan terhadap RAB dan spesifikasi teknis menjadi bagian penting dalam pengawasan proyek. Pembongkaran fondasi menunjukkan adanya pekerjaan yang harus dikoreksi sebelum proyek dilanjutkan.
Hingga berita ini ditulis, pelaksana proyek atau rekanan, Josua Haloho, belum memberikan penjelasan ketika dihubungi terkait pembongkaran fondasi tersebut. (net)
Editor : Editor Satu