13.247 Warga Sibolga Terima Bantuan Beras 30 Kg, Wali Kota: Jangan Dijual

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:10 WIB
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik bersama Kepala Bulog Sibolga Muhamad Bagus Aminullah dan Forkopimda berfoto dengan warga penerima bantuan pangan. (Darwis Halawa/MetroDaily)
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik bersama Kepala Bulog Sibolga Muhamad Bagus Aminullah dan Forkopimda berfoto dengan warga penerima bantuan pangan. (Darwis Halawa/MetroDaily)

SIBOLGA, METRODAILY — Sebanyak 13.247 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Sibolga mulai menerima bantuan beras dari pemerintah pusat. Setiap penerima mendapat total 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan, Juli hingga September 2026.

Penyaluran bantuan pangan tersebut diluncurkan Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik bersama Perum Bulog Cabang Sibolga di Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Rabu (26/8/2026).

Penyaluran dilakukan serentak di 17 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan. Distribusi berlangsung selama lima hari kerja, mulai 26 Agustus hingga 1 September 2026.

Baca Juga: Mbappe Hattrick, Real Madrid Bantai Sociedad 4-1 dan Kuasai Puncak LaLiga

Kepala Perum Bulog Cabang Sibolga Muhamad Bagus Aminullah mengatakan setiap PBP memperoleh 10 kilogram beras untuk setiap alokasi bulan. Dengan tiga alokasi sekaligus, masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram.

Total beras yang disalurkan mencapai 397.410 kilogram.

“Program bantuan pangan ini adalah salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga harga pangan dan meringankan beban pengeluaran masyarakat penerima bantuan,” ujar Bagus.

Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik meminta masyarakat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga mengingatkan agar beras bantuan tidak diperjualbelikan.

Baca Juga: Hari Jadi Tapteng, Dinkes Gelar Pengobatan Gratis di Tukka dan Hutanabolon

“Bantuan ini diberikan 30 Kg, dan saya harapkan bantuan ini bermanfaat bagi bapak ibu agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Pesan saya, saya harap jangan dijual,” kata Syukri.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga beras.

Syukri sekaligus menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan pangan tidak dipungut biaya.

Baca Juga: Rumah Kurir Digeledah di Siantar Marimbun, Polisi Temukan Sabu, Ekstasi hingga Etomidate

“Saya pastikan dalam penyaluran ini tidak ada pungutan apa pun, satu rupiah pun tidak ada,” tegasnya.

Para lurah diminta mengawal proses distribusi agar bantuan diterima masyarakat sesuai ketentuan. Kepala lingkungan (Kepling) juga diminta aktif memastikan penerima yang berhalangan datang tetap memperoleh haknya.

Bagi warga yang sakit atau tidak mampu datang ke kantor lurah untuk mengambil bantuan, Kepling diminta mengantarkannya langsung ke rumah.

“Kalau masyarakat tidak bisa menjemput ke Kantor Lurah, seperti sakit, tolong Kepling antarkan ke rumah masyarakat,” ujar Syukri.

Baca Juga: Siantar Road Race Digelar 13 September, Bidik 5.000 Penonton

Syukri juga meluruskan soal sumber data penerima. Ia menegaskan daftar PBP bukan disusun Pemerintah Kota Sibolga, lurah, maupun Kepling, melainkan berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

“Data PBP ini bukan data dari kami, Pemko Sibolga, lurah atau Kepling. Nama-namanya dikirimkan langsung ke Bulog. Buloglah yang menyalurkan, kami Pemerintah Kota Sibolga hanya memfasilitasi penyaluran ini,” jelasnya.

Bulog berharap distribusi bantuan pangan di Kota Sibolga kembali mencapai 100 persen seperti periode sebelumnya. Bantuan diharapkan diterima seluruh penerima yang berhak dalam kondisi baik dan dengan jumlah sesuai ketentuan.

Baca Juga: Kepala SPPG Wajib Standby Jam 2 Pagi, Dapur MBG Bisa Dilarang Masak

Dengan 13.247 penerima dan total distribusi 397,41 ton beras, program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan tekanan harga pangan di tingkat rumah tangga. (dh)

Editor : Editor Satu
wali kota sibolga bantuan beras