Ribuan Ikan Mati, Pemko Padangsidimpuan Investigasi Dugaan  Pencemaran Sungai Batang Ayumi

Metro-Esa • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Pemko Padangsidimpuan Investigasi dugaan pencemaran air sungai penyebab kematian sejumlah ikan di kawasan sungai Batang Ayumi dan pengambilan sampel pada Rabu (26/8/2026).
Pemko Padangsidimpuan Investigasi dugaan pencemaran air sungai penyebab kematian sejumlah ikan di kawasan sungai Batang Ayumi dan pengambilan sampel pada Rabu (26/8/2026).

SIDIMPUAN,METRODAILY - Pemerintah Kota Padangsidimpuan menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti fenomena kematian ikan di kawasan Lubuk Larangan Sungai Batang Ayumi.

Menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta laporan masyarakat, Pemko Padangsidimpuan melakukan peninjauan lapangan dan pengambilan sampel untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Bola. Investigasi ini dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II), Rahuddin Harahap.     

Peninjauan dan pengambilan sampel dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kominfo, Camat Padangsidimpuan Batunadua, serta perangkat daerah terkait.

Baca Juga: 1 Rumah Terbakar di Padangsidimpuan: 1 Balita Tewas, 3 Petugas Damkar Luka-luka

Rahuddin mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan respons Pemerintah Kota terhadap informasi dan laporan masyarakat mengenai kematian ikan di Sungai Batang Ayumi.  

"Hari ini kita ambil sampel untuk diuji, apakah ini penyebab kematian ikan yang beredar di media sosial, " ujarnya saat ditemui di lokasi.  

Asisten II mengatakan bahwa dugaan air lindi TPA Batu Bola sebagai penyebab kematian ikan masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan ilmiah. Pemerintah Kota juga mempertimbangkan kemungkinan faktor alam, khususnya kondisi debit air Sungai Batang Ayumi yang mengalami penurunan secara drastis sehingga dapat berpengaruh terhadap kadar oksigen di dalam air.

Baca Juga: Iming-iming Untung 100 Persen Sepekan, Wanita di Sidimpuan Diduga Tipu 51 Investor Rp400 Juta

"Apakah itu penyebab utamanya, yang pasti kita turun ke lapangan untuk menguji baku mutu dari pasokan air tersebut, apakah terjadi pencemaran atau tidak," kata Rahuddin.

Dalam investigasi lapangan tersebut, tim mengambil sampel air dari empat titik sepanjang aliran Sungai Batang Ayumi, termasuk sampel yang berkaitan dengan dugaan sumber air lindi. Sampel air selanjutnya akan menjalani pengujian baku mutu di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemko Padangsidimpuan memperoleh data ilmiah sebelum menetapkan penyebab fenomena kematian ikan.(Irs)

 

Editor : Metro-Esa
ikan mati sidimpuan