KIARA Sumut Sepakati 6 Langkah Perkuat Pengasuhan Anak, Ini Daftarnya

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:51 WIB
Foto bersama perwakilan peserta usai Talkshow KIARA (Kelas Inspirasi Antar-Penggerak) Sumatra Utara 2026 bertema “Asuh Berpadu, Anak Melaju” yang digelar Tanoto Foundation di Hotel Hermes Medan, Kamis (20/8/2026).
Peserta KIARA Sumatera Utara 2026 mengikuti Workshop Advokasi Pengasuhan dan Stimulasi Anak Usia Dini di Hermes Palace Hotel Medan, Kamis (20/8/2026). Forum ini menghasilkan enam kesepakatan untuk memperkuat ekosistem pengasuhan anak di Sumatera Utara.

MEDAN, METRODAILY – Persoalan pengasuhan dan stimulasi anak usia dini di Sumatera Utara tak cukup diserahkan kepada keluarga. Pemerintah, komunitas, organisasi masyarakat, akademisi, dunia pendidikan hingga media didorong mengambil peran bersama.

Komitmen itu mengemuka dalam KIARA (Kelas Inspirasi Antar-Penggerak) Sumatera Utara 2026 bertema “Asuh Berpadu, Anak Melaju” dengan fokus “Membangun Ekosistem Pengasuhan dan Stimulasi Dini di Sumatera Utara”, yang digelar di Medan Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang digelar Tanoto Foundation di Maimun Ballroom Hermes Palace Hotel Medan, Kamis (20/8/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret melalui sesi Workshop Advokasi Kebijakan Pengasuhan dan Stimulasi Anak Usia Dini.

Baca Juga: Pemko Siantarr dan UHKBPN Pematangsiantar Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan dan Penelitian

Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memetakan persoalan pengasuhan, mengidentifikasi pihak yang dapat terlibat, sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut.

Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, dalam forum itu memaparkan program pengasuhan dan stimulasi anak usia dini yang telah dan akan dikembangkan di Sumatera Utara. Salah satunya melalui pembangunan Rumah Anak SIGAP di Kota Medan.

Sementara Policy Advocacy Lead Tanoto Foundation, Lia Toriana, mengajak peserta melihat persoalan pengasuhan dari pengalaman masa kecil, membedah mitos dan fakta, serta mendiskusikan sejumlah studi kasus.

Baca Juga: Lima Sekawan Bobol Alfamart di Hamparan Perak, 1 Tertangkap

Peserta kemudian melakukan pemetaan stakeholder dan menyusun inovasi sebagai rencana tindak lanjut kolaboratif.

Enam Kesepakatan KIARA Sumut

Dari workshop tersebut, peserta menyepakati enam agenda utama yang menjadi rencana tindak lanjut organisasi dan lembaga masing-masing.

Pertama, mendorong penguatan dan perluasan implementasi Rumah Anak SIGAP melalui promosi serta sosialisasi secara kolaboratif kepada para pemangku kepentingan.

Kedua, mengawal dan memperkuat advokasi kebijakan daerah mengenai pengasuhan dan stimulasi anak usia dini, termasuk mendorong penyusunan maupun penguatan peraturan kepala daerah yang relevan.

Baca Juga: Edukasi Bahaya Narkoba, Polwan Polres Tanjungbalai Kunjungi SMPN 1 Tanjungbalai

Ketiga, mendorong organisasi, komunitas, dan pemangku kepentingan mengembangkan serta menjalankan program pengasuhan dan stimulasi anak usia dini, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi lintas sektor.

Keempat, menindaklanjuti hasil dan inovasi yang lahir dari workshop sesuai peran, kapasitas, dan kesepakatan masing-masing pihak.

Kelima, memperluas kampanye dan edukasi publik mengenai pengasuhan serta stimulasi anak usia dini dengan melibatkan anak dan generasi muda sebagai bagian dari peningkatan kesadaran masyarakat.

Keenam, mendorong organisasi dan komunitas bergabung dalam Koalisi KIARA Sumatera Utara sebagai ruang kolaborasi, berbagi sumber daya, memperkuat jejaring, dan mendukung program pengasuhan serta stimulasi anak usia dini.

Baca Juga: Pekerja Proyek Pengaspalan Tertabrak Truk Tangki di Asahan

Kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai rumusan kegiatan. Peserta menyatakan komitmen menjadikannya rekomendasi dan referensi dalam kolaborasi pendampingan teknis antara Tanoto Foundation dan para pemangku kepentingan di Sumatera Utara.

Kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah terkait pengasuhan dan stimulasi anak usia dini sepanjang 2026–2027.

Melibatkan Pemerintah hingga Komunitas

Forum KIARA Sumut 2026 melibatkan unsur pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, akademisi, kelompok orang tua, organisasi anak hingga media.

Baca Juga: Pemdes Sidua-Dua dan Mahasiswa KKN UPMI Kompak Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Di antaranya Bappeda Kota Medan, DP3APM2KB Kota Medan, Dinas Kesehatan Kota Medan, TP-PKK Kota Medan, SOS Children’s Village Indonesia Medan, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia, Kelompok Kerja Sosial Perkotaan, Yayasan Nuansa Alam Indonesia, Forum Anak Medan, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, Medan Parenting Club, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak, lembaga kesejahteraan sosial anak, Tanoto Scholars Association USU, dosen Psikologi USU dan perwakilan media.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menunjukkan isu pengasuhan anak mulai ditempatkan sebagai persoalan ekosistem, bukan semata urusan domestik keluarga.

Melalui kesepakatan KIARA, para peserta kini memiliki agenda bersama untuk mendorong kebijakan, memperluas program, memperkuat edukasi publik dan membangun jejaring kolaborasi agar pengasuhan serta stimulasi anak usia dini di Sumatera Utara tidak berhenti pada wacana. (rel/mea)

Editor : Editor Satu
Kiara Kelas Inspirasi Antar-Penggerak tanoto foundation