SAMOSIR, METRODAILY – Tumpukan sampah membusuk yang dipenuhi belatung mulai mengganggu kenyamanan warga Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Bau menyengat dari sampah yang menumpuk dikeluhkan warga karena terbawa angin hingga ke halaman rumah.
Lokasi tumpukan sampah berada sekitar 50 meter dari ruas Jalan Pangururan-Nainggolan. Warga menyebut tidak tersedia tempat penampungan atau tong sampah di sekitar lokasi, sehingga sampah terus bertambah.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Polres Taput Tanam 50 Kg Bibit Bawang Putih
Salah seorang warga berinisial MSN meminta Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera turun tangan. Ia berharap pengangkutan sampah dilakukan secara rutin agar tumpukan tidak kembali menjadi persoalan lingkungan.
“Saya sudah beberapa kali mengingatkan ke sesama warga, tetapi keluhan saya sepertinya belum ditindaklanjuti,” ujar MSN, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar pemandangan kumuh. Sampah yang dibiarkan terlalu lama membusuk dan menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar permukiman.
Baca Juga: Chika Jessica Akui Target Nikah Sudah Kadaluarsa 10 Tahun, Kini Tantang Siapa Cepat Dia Dapat
“Kalau angin kencang, sampah beterbangan sampai masuk ke halaman dan sekitar rumah. Kami tentu khawatir, terutama menyangkut kebersihan dan kesehatan keluarga,” katanya.
MSN mengatakan sebagian sampah diduga berasal dari rumah warga di sekitar lokasi. Namun, ia meminta persoalan tersebut tidak semata-mata dibebankan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah berjalan secara teratur. Ketersediaan fasilitas pembuangan sampah dinilai penting agar warga memiliki tempat membuang sampah rumah tangga secara layak.
Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa 2 Mobil di Siantar
“Jangan sampai masyarakat yang sudah membayar kewajiban pengelolaan sampah justru menerima dampak dari sampah yang menumpuk di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Selain mengangkut tumpukan sampah, warga meminta DLH meningkatkan edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
“Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup segera menindaklanjuti. Jangan menunggu sampai muncul persoalan kesehatan atau konflik antarwarga baru ditangani,” ucapnya.
Baca Juga: Simalungun Jadi Tuan Rumah Launching SIGA Sumut, Data 200 Keluarga Mulai Dimutakhirkan
DLH Janji Turun Tangan
Kepala DLH Kabupaten Samosir Edison Pasaribu mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan warga mengenai tumpukan sampah tersebut.
“Segera kami tindaklanjuti. Persoalan sampah memang harus ditangani serius, apalagi Kabupaten Samosir sebagai tujuan wisata. Tentu persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama,” kata Edison.
Ia mengatakan DLH Samosir terus melakukan pemantauan sekaligus mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Edison, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan. (net)
Editor : Editor Satu