SIMALUNGUN, METRODAILY – Kabupaten Simalungun menjadi pusat launching pemutakhiran data keluarga melalui aplikasi SIGA (Sistem Informasi Keluarga) 2026 untuk Provinsi Sumatera Utara.
Pendataan berlangsung serentak secara nasional mulai 20 Agustus hingga 20 September 2026.
Untuk tingkat Sumut, launching dipusatkan di Kantor Pangulu Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, perwakilan Danramil Tanah Jawa Sertu Misno, Pangulu Marubun Jaya M Raya Purba, Koordinator Wilayah Balai Penyuluhan KB, penyuluh KB dari empat kecamatan, serta para kader pemutakhiran data.
Baca Juga: 30 Siswa SMA di Siantar Lulus Program Paham AI, Dapat Sertifikat
Camat Tanah Jawa Andi Supandri memastikan pihak kecamatan mendukung penuh para kader yang bertugas melakukan pendataan di lapangan.
“Mudah-mudahan para kader dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dan kami pihak kecamatan memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan pendataan keluarga yang akan dilaksanakan,” ujar Andi.
Bupati Simalungun diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Albert R Saragih. Dalam sambutan tertulis bupati, Albert mengapresiasi para kader KB yang menjadi ujung tombak pemutakhiran data keluarga.
Baca Juga: Rumah Dosen Dibobol Dini Hari, Pencuri Nyaris Bawa Kabur AC Outdoor
Ia meminta pendataan dilakukan secara akurat karena data tersebut akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun dan menjalankan berbagai program.
“Marilah kita jadikan momentum ini untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat. Kita harus belajar berinovasi untuk mengatasi berbagai permasalahan,” katanya.
Menurut Albert, pemutakhiran data keluarga berkaitan erat dengan program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, termasuk penanganan stunting.
Baca Juga: Wali Kota Siantar Ikut Lomba Mancing, Ikan 3 Kg Jadi Juara
Karena itu, kader diminta tidak sekadar mengumpulkan angka, tetapi benar-benar turun ke lapangan untuk memastikan kondisi keluarga yang didata.
“Data yang dikumpulkan bukan sekadar angka, melainkan dasar untuk tindak lanjut program ke depan,” tegasnya.
200 Keluarga Jadi Sampel
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Sumut Mahyuzar mengatakan launching di Simalungun merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Melaney Ricardo ‘Labrak’ Emma Warokka, Berawal dari Candaan
“Launching pemutakhiran data ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dan untuk Provinsi Sumatera Utara, launching-nya dilaksanakan di Kabupaten Simalungun,” ungkap Mahyuzar.
Pemutakhiran menggunakan metode CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing). Dengan metode tersebut, kader melakukan pendataan secara digital menggunakan perangkat yang telah disiapkan.
Kader bertindak sebagai enumerator untuk memperbarui data keluarga hingga 2026, dengan penekanan pada validitas dan akurasi data.
Baca Juga: Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Na IX-X Patroli URC di Simpang Marbau
Di Simalungun, tahap awal pemutakhiran mencakup empat kecamatan, yakni Tanah Jawa, Dolok Batu Nanggar, Girsang Sipangan Bolon, dan Bandar. Total terdapat 20 nagori dengan 200 kepala keluarga yang menjadi sampel pendataan.
Mahyuzar berharap cakupan pendataan dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Simalungun pada masa mendatang.
Data yang dihimpun terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni data kependudukan, data keluarga berencana, dan indikator pembangunan keluarga.
Baca Juga: DPRD Labura Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA dan PPAS Perubahan APBD 2026
Data kependudukan BKKBN sejak 2021 telah disinkronkan dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sementara indikator pembangunan keluarga antara lain mencakup kondisi rumah yang datanya terintegrasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Jadi Dasar Penentuan Sasaran Program
Pemutakhiran dilakukan untuk mengantisipasi perubahan data akibat dinamika kependudukan, mulai kelahiran, kematian, perpindahan penduduk hingga pembentukan keluarga baru.
Data terbaru tersebut nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program pembangunan. Termasuk penentuan sasaran Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B serta identifikasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang dapat dimanfaatkan Dinas Kesehatan.
Baca Juga: Viral, Kapolres dan Bupati Main Biliar: Kasi Humas: Itu Kegiatan Grand Opening
Setelah pendataan berakhir pada 20 September 2026, data akan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum diumumkan secara nasional.
Pemkab Simalungun juga berencana mengintegrasikan data tersebut dengan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam sebuah dashboard terpadu. Target akhirnya adalah tersedianya satu referensi data keluarga yang lebih akurat dan terintegrasi untuk mendukung kebijakan pembangunan di Simalungun. (rel/esa)
Editor : Editor Satu