Dari Daun Lobak Jadi Tetes Mata, Mahasiswa UMSU Bidik Retinopati Diabetik

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:21 WIB
Mahasiswa FKIK UMSU yang tergabung dalam Tim Chiquera mengembangkan formula tetes mata berbahan quercetin daun lobak untuk riset retinopati diabetik.
Mahasiswa FKIK UMSU yang tergabung dalam Tim Chiquera mengembangkan formula tetes mata berbahan quercetin daun lobak untuk riset retinopati diabetik.

MEDAN, METRODAILY — Daun lobak selama ini lebih dikenal sebagai sayuran. Di tangan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU), tanaman itu justru diteliti sebagai sumber bahan aktif untuk mengembangkan tetes mata bagi penderita retinopati diabetik.

Tim mahasiswa yang tergabung dalam Chiquera mengembangkan formula berbahan quercetin daun lobak (Raphanus sativus L.) yang dikombinasikan dengan fluorocarbon-modified chitosan sebagai sistem pembawa obat. Penelitian ini menjadi kelanjutan inovasi sebelumnya yang memanfaatkan daun murbei sebagai bahan alam untuk formulasi tetes mata.

Penelitian berjudul “Formulasi Eyedrop Quercetin Daun Lobak (Raphanus sativus L.) Terenkapsulasi Fluorocarbon-Modified Chitosan sebagai Inhibitor VEGF Retinopati Diabetik: Studi In-Vivo” itu berlangsung selama empat bulan dan mendapat pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026.

Baca Juga: Orang Tua Tak Cukup Beri Makan Anak, Pengasuhan di 1.000 Hari Pertama Jadi Kunci Tumbuh Kembang

Tim terdiri atas Zahra Ramadhani sebagai ketua, bersama Setia Nurhidayah, Husnul Fikri, Dzaki Ahmad Lubis, dan Kaysha Natania Nurdin Putri. Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked (PA), Sp.PA.

Membidik VEGF, Salah Satu Pemicu Kerusakan Retina

Retinopati diabetik menjadi perhatian karena kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan pembuluh darah retina dan mengganggu penglihatan. Dalam penelitian ini, tim menyoroti vascular endothelial growth factor (VEGF), salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan penyakit tersebut.

Ketika VEGF meningkat secara berlebihan, perubahan pada pembuluh darah retina dapat terjadi dan berkontribusi terhadap kerusakan jaringan mata. Karena itu, VEGF menjadi salah satu target yang diperhatikan dalam pengembangan formula tetes mata tersebut.

Baca Juga: Pemkab Batu Bara Targetkan Ekspor Produk UMKM dan Pertanian Akhir Tahun 2026

Berbeda dari riset sebelumnya yang menggunakan daun murbei, tim kali ini memilih quercetin dari daun lobak sebagai bahan aktif. Senyawa tersebut kemudian diformulasikan dengan fluorocarbon-modified chitosan yang berfungsi sebagai pembawa bahan aktif dalam sistem tetes mata.

Diuji pada 30 Tikus

Untuk menguji potensi formula, peneliti melakukan studi in vivo terhadap 30 ekor tikus Sprague-Dawley. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok.

Tiga kelompok di antaranya memperoleh formula dengan konsentrasi ekstrak daun lobak yang berbeda. Perbedaan dosis itu digunakan untuk membandingkan respons dan menentukan formula yang memberikan hasil paling menjanjikan.

Baca Juga: Pemko Padangsidimpuan Bahas Evaluasi  Perpanjangan P3K Paruh Waktu dan PJLP

Hasil pemeriksaan jaringan retina melalui analisis histopatologi menunjukkan kondisi jaringan yang lebih baik pada kelompok yang memperoleh perlakuan, terutama pada formula P1.

Analisis statistik juga menunjukkan adanya perbedaan bermakna antarkelompok dengan nilai p < 0,05.

Ketua Tim Chiquera, Zahra Ramadhani, mengatakan penelitian tersebut merupakan pengembangan lanjutan dari inovasi sebelumnya dengan pendekatan formula yang berbeda.

“Kami mencoba mengembangkan formula baru dengan memanfaatkan quercetin daun lobak dan fluorocarbon-modified chitosan sebagai pembawa obatnya. Hasil penelitian ini menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan inovasi tetes mata berbasis bahan alam,” ujar Zahra.

Baca Juga: SK Gubernur Sudah Turun, Yusuf Siregar Menunggu Pelantikan Jadi Anggota DPRD Tapsel

Belum untuk Terapi Manusia

Meski menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, formula tersebut belum dapat digunakan sebagai terapi untuk manusia.

Penelitian saat ini masih berada pada tahap pengujian in vivo pada hewan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dosis, mekanisme kerja, serta aspek lain sebelum dapat dipertimbangkan menuju tahap pengujian klinis.

Tim Chiquera berharap riset tersebut dapat terus dikembangkan dan kelak berkontribusi terhadap pencarian alternatif penanganan komplikasi diabetes pada mata.

Baca Juga: Polres Padang Lawas Utara Cek Galian C di Sipiongot

Informasi mengenai penelitian dapat diakses melalui Instagram dan TikTok @chiquera.id, YouTube @ChiqueraPKMRE2026, serta email chiquerapkmre@gmail.com. (rel)

Editor : Editor Satu
fkik umsu tetes mata