Jaga Stabilitas Inflasi, Wesly Silalahi Hadiri High Level Meeting TPID, TP2DD, dan TPAKD

Metro-Esa • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:58 WIB
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menghadiri High Level Meeting.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menghadiri High Level Meeting.
SIANTAR, METRODAILY - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam rangka menjaga stabilitas inflasi daerah serta percepatanimplementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), dan akses keuangan daerah. 

Kegiatan digelar di Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Selasa (18/8/2026).

Pada HLM tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama penerapan Website Base Early Warning System pengendalian inflasi serta penyerahan SK TOPPIS (Toko Pantau dan Pengendali Inflasi) secara simbolis oleh Wali Kota Wesly dan Kepala Kantor Perwakilan BI Bank Pematangsiantar Ahmadi Rahman.

Baca Juga: Gelar Temu Ramah dan Sarasehan, Wesly Silalahi Ajak Jaga Semangat Gotong royong

Wali Kota Wesly menyampaikan pertemuan tersebut memiliki arti strategis bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar. 

Menurutnya, TPID, TP2DD, dan TPAKD bukanlah tiga agenda yang berdiri sendiri, tetapi merupakan satu ekosistem kebijakan yang saling memperkuat dalam membangun perekonomian daerah yang stabil, inklusif, efisien, dan berdaya saing.

"Dalam pengendalian inflasi, kita harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau, sekaligus memberikan kepastian pasar dan harga yang wajar bagi petani serta pelaku usaha,  katanya.

Karena itu, sebut Wesly ,  harus memperkuat langkah yang antisipatif, responsif, dan kolaboratif, melalui penguatan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, pemantauan harga dan early warning system. Sehingga potensi gejolak harga dapat  diidentifikasi dan ditindaklanjuti sedini mungkin.

Baca Juga: Wesly Salurkan Bantuan Sembako Saat Kerja Rani GBKP Jalan Sisingamangaraja

Selanjutnya, melalui TP2DD, digitalisasi harus  diarahkan tidak hanya pada perubahan transaksi tunai menjadi non-tunai, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," terangnya.

"Sementara melalui TPAKD, kita harus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan pembiayaan keuangan formal, khususnya bagi pelajar, UMKM, dan masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan,  lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Wesly menyinggung budaya menabung sejak usia dini. Menurutnya, program Hari Indonesia Menabung harus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi keuangan pelajar dan membangun kebiasaan menabung secara berkelanjutan.

 

Baca Juga: Wali Kota Wesly Serahkan Piagam Penghargaan Evaluasi AKIP kepada 5 OPD dengan Nilai Tertinggi

"Saya berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan semakin banyak pelajar yang memiliki rekening dan semakin baik pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Saya ingin menegaskan high level meeting ini jangan hanya menghasilkan laporan dan notulen. Saya ingin pertemuan ini menghasilkan keputusan, komitmen, dan rencana tindak lanjut yang jelas siapa melakukan apa, kapan dilaksanakan, dan bagaimana keberhasilannya diukur," paparnya.

Karena itu, Wesly meminta seluruh perangkat daerah, BI,  instansi vertikal, perbankan, dunia usaha, dan seluruh stakeholder untuk memperkuat sinergi dan kerja sama.

TPID harus terhubung dengan penguatan ekonomi daerah. TP2DD harus terhubung dengan peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan. TPAKD harus terhubung dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Jika ketiganya berjalan secara terintegrasi, saya optimistis kita dapat membangun perekonomian Kota Pematangsiantar yang semakin stabil, inklusif, digital, produktif, dan berdaya saing,  jelasnya.

Baca Juga: Petani Ditemukan Membusuk  di Ladang Jeruk Purba Dolok Simalungun

Di momentum tersebut, Wesly menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, dunia usaha, dan seluruh stakeholder atas sinergi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan ekonomi Kota Pematangsian?ar.

"Mari kita jadikan high level meeting ini sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan mempercepat aksi nyata. Semoga pertemuan ini menghasilkan komitmen dan langkah nyata bagi penguatan perekonomian Kota Pematangsiantar menuju Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman, dalam pemaparannya mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kota Pematangsiantar pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh menguat.

"Pada grafik pertumbuhan triwulanan (%YoY), pematangsiantar berada pada level 4,70%. Peningkatan sejalan dengan Sumatera Utara (4,98%) dan Nasional (5,61%). Sementara pada grafik pertumbuhan Tahunan (%YoY) hingga 2025, Sumatera Utara mencatatkan angka 4,53%, Nasional 5,11% dan Pematangsiantar sebesar 4,09%,  jelas Ahmadi.

Baca Juga: Pengiriman 27 Kg Sabu dari Aceh ke Pulau Jawa Digagalkan Polisi di Labusel

Ia menerangkan, sektor perdagangan besar menjadi penyumbang pangsa terbesar di lapangan usaha yaitu 30,3% (tumbuh 7,4%), diikuti oleh industri pengolahan sebesar 16,6% (tumbuh 0,6%), konstruksi sebesar 9,0% (tumbuh 6,0%), dan Transgud (Transportasi dan Pergudangan) sebesar 7,8% (tumbuh 7,4%).

"Konsumsi rumah tangga mendominasi pangsa pengeluaran terbesar yakni 58,6% (tumbuh 3,80%), disusul oleh PMTB sebesar 22,6% atau tumbuh 0,89%, konsumsi pemerintah sebesar 10,8% (tumbuh 3,24%) dan LNPRT sebesar 2,8% (tumbuh 7,72%), "tandasnya.(esa)

 

Editor : Metro-Esa
Wesly Silalahi