TAPTENG, METRODAILY- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, secara konsisten mengelola air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, agar memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Salah satunya, kegiatan pengambilan sampel air (water sampling) di Sungai Batangtoru yang dilakukan secara rutin setiap bulan dengan melibatkan tim terpadu pemantau kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe.
Leading Hand 1 Monitoring PTAR, Hermansyah Nasution mengatakan, pengambilan sampel air dilakukan di delapan titik mulai dari WPP kemudian di hulu hingga ke hilir sungai.
Tujuannya untuk mengetahui kualitas air. Karena perusahaan selalu berupaya memastikan bahwa sistem pengolahan air di Tambang Emas Martabe telah melalui proses berkualitas tinggi, mematuhi izin, dan diawasi sangat ketat, agar tidak berdampak terhadap kualitas air Sungai Batangtoru.
Menurutnya, pengolahan air sisa proses tambang merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menjalankan kegiatan tambang yang berkelanjutan. “Kami ingin terus menjaga proses ini, karena kami beroperasi dengan penuh tanggung jawab,” kata Hermansyah Nasution, usai pengambilan sampel air di Saba Ronggang, Desa Telo, Batangtoru, Kamis (13/8) lalu.
Secara rutin setiap bulan, sambungnya, Tim Terpadu bersama Departemen Lingkungan PTAR melakukan pemantauan kualitas air sisa proses melalui pengambilan sampel air di Sungai Batangtoru. "Sampel air sisa proses tersebut kemudian dikirim ke laboratorium independen PT Intertek Utama Services," katanya.
Dia menambahkan, pengujian terhadap air sisa proses yang mengalir ke Sungai Batangtoru telah dilakukan PTAR sejak 2012. Selama itu pula, pemenuhan baku mutu air terus dijaga. "Salah satunya terlihat dari parameter pH yang sepanjang 2013 berada di kisaran 7,29- 8,78, sedangkan pada 2022 berada di rentang 7,05–7,84," katanya.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan, Herman Siregar menambahkan, tim terpadu ini terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, ahli dari perguruan tinggi, perwakilan karyawan PTAR, serta perwakilan masyarakat dari desa/kelurahan di lingkar tambang.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil uji laboratorium dari seluruh parameter yang diuji selama ini, air sisa proses yang mengalir ke Sungai Batangtoru telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. “Artinya, air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dialirkan ke Sungai Batangtoru dalam kondisi baik serta telah memenuhi baku mutu sesuai dengan peraturan pemerintah,” kata Herman.
Sugianto, perwakilan tim terpadu dari Kelurahan Aek Pining berharap, PTAR terus mempertahankan kualitas air sisa proses untuk tetap memenuhi baku mutu.
Kegiatan rutin ini merupakan bukti transparansi yang dilakukan PTAR terhadap masyarakat. Bahwa air sisa proses itu memang dijaga kualitasnya dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. "Tentunya, kami berterima kasih kepada PTAR, karena air sisa proses tambang terjaga kualitasnya dan bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat," kata Sugianto.
Masyarakat juga berharap PTAR terus melakukan yang terbaik dan jangan berhenti menjaga lingkungan Sungai Batangtoru.
Sugianto menambahkan, setelah pengambilan sampel air, perwakilan masyarakat juga diikutkan mengantar sampel air tersebut ke Laboratorium Intertek di Jakarta. "Sampai hasil lab-nya keluar bang. Kemudian dibagikan ke kita untuk dipublkasikan ke masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui bagaimana kualitas air sisa proses tersebut. (rb)
Editor : Leo Sihotang