KARO, METRODAILY — Suasana di sejumlah sekolah di Berastagi, Kabupaten Karo, mendadak panik pada Kamis siang, 13 Agustus 2026. Ratusan siswa diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evakuasi berlangsung di tengah kepanikan. Puluhan ambulans keluar-masuk kawasan sekolah. Karena armada kesehatan terbatas, mobil pribadi dan angkutan umum ikut digunakan membawa siswa ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Data sementara Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV mencatat 265 siswa SMA/SMK terdampak. Rinciannya, 202 siswa SMAN 1 Berastagi, 25 siswa SMA Swasta Bersama, dan 38 siswa SMK Swasta Bersama. Korban dari dua SMP, yakni SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama, masih dalam pendataan.
Baca Juga: Tidak Hafal Asmaul Husna, Puluhan Murid Memar Dicubit Guru di Tapsel
Sekitar 30 menit setelah makan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala seperti mulut dan kulit gatal, mual, sakit perut, muntah, tubuh terasa panas hingga sesak napas.
Menu MBG yang disantap para siswa terdiri atas sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengatakan dugaan sementara gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan ikan dencis. Namun, penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan.
“Dapurnya sama, depan Kodim 0205, tapi data siswa SMP yang jadi korban belum terdata,” kata Zulkarnain.»
Baca Juga: Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumut Apresiasi Program RUMBIA di Tanjungbalai
Kepanikan semakin terasa ketika orang tua berdatangan ke sekolah. Sebagian mencari anak mereka di tengah proses evakuasi, sementara pihak sekolah meminta wali murid berkoordinasi dengan wali kelas untuk mengetahui rumah sakit tempat anak-anak mereka dirawat.
Sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Amanda Berastagi, RS Efarina, puskesmas, dan RSU Kabanjahe, menerima para siswa. Sirene ambulans terdengar bersahut-sahutan di jalur Berastagi-Kabanjahe ketika proses evakuasi berlangsung.
Kondisi lalu lintas di kawasan tersebut ikut tersendat. Kepadatan terjadi karena orang tua dan warga memadati sekitar sekolah, bersamaan dengan kegiatan pawai menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat PAUD, TK, dan SD di Kabanjahe dan Berastagi.
Baca Juga: PTPN 4 Kebun Air Batu Dituding Tak Mendukung Program Ketapang Desa Sidomulyo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, bersama unsur Forkopimda turun ke lokasi untuk memantau evakuasi dan penanganan para siswa.
Bupati: Tidak Ada yang Mengkhawatirkan
Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan dirinya bersama Forkopimda telah mengecek kondisi para siswa yang dirawat di tiga rumah sakit.
Menurut Antonius, kondisi para siswa sejauh ini tidak mengkhawatirkan.
“Yang paling penting, sampai saat ini kondisi kesehatan anak-anak kita tidak ada yang mengkhawatirkan,” kata Antonius.
Baca Juga: Kapolres Tanjungbalai Bantah Gelar Operasi dan Disuap Bandar Narkoba Rp1 Miliar
Ia mengatakan penyebab gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam pemeriksaan.
“Penyebabnya masih diteliti. Nanti ke depan kita akan melakukan evaluasi. Namun yang pasti tidak ada masalah yang serius terhadap anak-anak kita,” ujarnya.
Antonius juga memastikan biaya pengobatan tidak akan dibebankan kepada orang tua siswa.
Pemerintah Kabupaten Karo, kata dia, akan melakukan evaluasi terkait kejadian tersebut. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, pemerintah daerah juga dijadwalkan menggelar apel di SMAN 1 Berastagi. (Pmg)
Editor : Editor Satu