TAPTENG, METRODAILY- Proyek revitalisasi SD Aksara (SD Negeri 158493 Sibuluan 1B) di Kelurahan Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang nilainya mencapai Rp1.932.834.029 dari APBN Tahun Anggaran 2026, semakin banyak menuai sorotan dan dugaan kejanggalan, Dinas Pendidikan setempat diminta agar melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyimpangan dan kelalaian dalam mengelola anggaran.
Hal itu dipicu oleh banyaknya dugaan kejanggalan sejak dimulainya pengerjaan proyek Revitalisasi di sekolah tersebut. Seperti pada pemasangan atap sekolah yang tampak masi menggunakan rangka atap bahan kayu.
"Pada dasarnya proyek revitalisasi ini untuk meningkatkan mutu bangunan sekolah, begitu yang kita tau," ucap Firman salah seorang warga Pandan.
Tidak hanya itu, dalam proses pengerjaannya juga menjadi sorotan publik dikarenakan beberapa pekerja tampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Untuk itu, Firman meminta agar Dinas Pendidikan Tapteng dapat melakukan pengawasan ekstra terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah tersebut karena tidak menerapkan sistim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Apapun alasannya, tidak boleh mengabaikan K3, karena jangan sampai proyek revitalisasi sekolah ini menelan korban karena adanya pembiaran kelalaian," tegasnya.
Selain itu, Rona salah seorang warga lainnya juga menuturkan bahwa mengingat anggaran yang dikucurkan oleh negara cukup besar dalam proyek revitalisasi sekolah itu, Disdik Tapteng juga diminta untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan sebagaimana yang telah diterapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Anggaran revitalisasi sekolah sebesar hampir 2 milliar adalah uang rakyat yang harus dikelola dengan jujur, cermat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi jangan sampai ada penyimpangan nanti, makanya kita minta Disdik Tapteng harus melakukan pengawasan, karena kita sangat bersyukur melihat keseriusan pemerintah pusat dalam meningkatkan dunia pendidikan saat ini, jadi jangan sampai ada penyimpangan," ucapnya.
Ia juga berharap, dengan banyaknya sekolah yang sedang mendapatkan revitalisasi yang langsung menggunakan APBN di Kabupaten Tapteng dapat didukung oleh pemerintah setempat agar pengerjaannya dapat berjalan sebagai mana mestinya dan tidak terjadi penyimpangan. (dh)
Editor : Leo Sihotang